Bentrok Mahasiswa vs Ojol di Kampus UMI Makassar, Polisi Amankan 108 Orang

viva.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Makassar, VIVA - Kapolrestabes Makassar, Komisaris Besar Polisi Arya Perdana mengungkap, insiden unjuk rasa yang berujung bentrokan antara mahasiswa dengan pengemudi ojek online (ojol) di Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) pada Jumat, 25 April 2026 malam, sudah dikendalikan secara profesional.

"Bisa saya jelaskan, bahwa kejadian di UMI kemarin ketika ada unjuk rasa lalu ada bentrok antara ojol dengan mahasiswa," kata dia dikutip Senin, 27 April 2026.

Baca Juga :
Detik-detik Istri dan 2 Anak Bandar Narkoba Koko Erwin Tutupi Wajah Saat Digiring ke Bareskrim
4 Anggota Polda Jambi Dipecat, Irjen Krisno: Jadikan Peristiwa Ini sebagai Renungan

Adapun pemicu bentrokan diduga lantaran mahasiswa UMI memblokir jalan protokol Urip Sumoharjo saat aksi memperingati Hari April Makassar Berdarah (Amarah) cukup lama, menimbulkan kemacetan parah sehingga memancing emosi pengendara maupun ojol. Diduga ada gesekan mahasiswa dengan ojol saat kejadian pemblokiran akses jalan itu.

"Karena itu (sebab), penutupan jalan yang terlalu lama sehingga mereka (ojol) masuk ke dalam (kampus) dan ada perseteruan di dalam, itu setelah seluruh mahasiswa masuk ke dalam (kampus)," tuturnya.

Dengan kondisi yang sudah tidak terkendali, karena massa sudah merusak pintu gerbang kampus UMI untuk mengejar mahasiswa, aparat kepolisian bertindak mengamankan situasi dengan meminta massa tidak anarkis sekaligus menyisir masuk ke dalam kampus dan seratusan mahasiswa diamankan.

"Total kami mengumpulkan ada sekitar 108 mahasiswa, dan di situ juga ada Wakil Rektor yang memberikan pengarahan, termasuk saya memberikan pengarahan," katanya.

Guna menjaga kondusivitas, seratusan mahasiswa yang dikumpulkan di dalam kampus dan persiapan membawanya ke Kantor Polrestabes untuk diamankan sementara, mengingat di depan kampus massa ojol masih berkumpul dikhawatirkan akan timbul gesekan berulang.

"Karena memang di depan masih ada ojol, (kita) khawatir ketika mereka keluar sendiri-sendiri, nanti takutnya ada bentrokan lagi atau ada hal-hal yang tidak diinginkan. Maka kami naikkan mereka ke dalam truk lalu bawa semua ke sini (polres), dari pihak ojol juga sudah membubarkan diri," kata kapolres.

Demi menjaga kondisi keamanan usai kejadian, ucap Arya, seratusan mahasiswa sebelumnya berada di Kantor Polrestabes dipulangkan pada Sabtu, 25 April, sekitar pukul 05.30 WITA dalam keadaan sehat. Selama berada di Polrestabes, tidak ada intimidasi maupun perlakukan tidak menyenangkan, semua diperlakukan baik.

Baca Juga :
Geger! 3 Tahanan Narkoba di Sumsel Dobrak Pintu Mobil Lalu Kabur Usai Sidang, Polisi Sisir Hutan dan Permukiman
Geger! 1,9 Ton Sianida Diselundupkan, Dikemas Seolah Pupuk
Aiptu YS Diperiksa Polda Metro! Terseret Dugaan Main Proyek di Bekasi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Balon, Tawa, dan Kreativitas Warnai Workshop Buket Balon di ARTOTEL Hayam Wuruk – Surabaya
• 7 jam laluerabaru.net
thumb
Konflik Selat Hormuz Berkepanjangan, Industri Asuransi Dibayangi Lonjakan Klaim?
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Daftar Bandara Tersepi di Indonesia
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Warga Korea Selatan jadi Tersangka Kasus Rudapaksa di Mataram
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Kapan Pengumuman Seleksi Pegawai Koperasi Merah Putih? Simak Tanggalnya
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.