PYONGYANG, KOMPAS.TV - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, meresmikan monumen peringatan yang didekasikan untuk tentara Korea Utara.
Monumen itu merupakan bentuk penghormatan untuk tentara Korea Utara yang gugur saat perang bersama Rusia melawan Ukraina.
Seperti dilaporkan Kantor Berita Korea Utara KCNA, Senin (27/4/2026), pada pidatonya Kim Jong-un menekankan perlunya memperkuat hubungan Pyongyang-Moskow untuk menjadi "benteng yang kuat".
Baca Juga: Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Kopral Rico Pramudya di Lebanon: Kami Lanjutkan Misi Anda
Sehari sebelumnya, KCNA mengungkapkan telah dilaksanakan upacara pembukaan Museum Peringatan Prestasi Tempur di Pusat Operasi Militer Luar Negeri di Pyongyang.
Peresmian itu dilaporkan bertepatan dengan peringatan pertama "pembebasan" Kursk dari pasukan Ukraina.
Dilansir dari Yonhap, seperti dilaporkan KCNA, dalam pidatonya, Kim Jong-un menegaskan museum peringatan itu mewakili komitmen Korea Utara dan Rusia untuk memperkuat hubungan bilateral. Ia juga mencatat hubungan mereka ditempa dalam “darah”.
"Tidak peduli bagaimana aturan perang berubah dan kapan pun dan di mana pun krisis terjadi, kita harus diperkuat menjadi benteng yang tulus, berdedikasi, dan kuat dengan kekuatan yang bersatu," ucap Kim Jong-un.
Ia juga menambahkan operasi pembebasan Kursk memiliki makna strategis.
Lebih lanjut, Kim Jong-un menekankan bahwa Korea Utara dan Rusia telah mencegah kebangkitan fasisme.
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Yonhap
- korea utara
- kim jong-un
- monumen
- penghormatan
- tentara korea utara
- rusia




