Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Bekasi
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meninjau langsung insiden tabrakan antara kereta api jarak jauh dan kereta rel listrik (KRL) terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta, Senin, 27 April 2026 sekitar pukul 20.55 WIB.
Peristiwa ini menyebabkan korban jiwa serta gangguan perjalanan kereta di lintas Bekasi dan sekitarnya.
Kereta Api Argo Bromo Anggrek 4 relasi Gambir–Surabaya Pasarturi dilaporkan bertabrakan dengan KRL di jalur yang sama. Akibat kejadian tersebut, jalur rel di lokasi untuk sementara tidak dapat dilalui.
Ia mengungkapkan hingga saat ini sebanyak 29 orang telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan di rumah sakit.
“Sudah dievakuasi sebanyak 29 orang, pada saat ini sudah di rumah sakit, dan sementara tiga meninggal,” ujar Dasco, Senin, 27 April 2026.
Ia menambahkan jumlah korban masih berpotensi bertambah seiring proses evakuasi yang masih berlangsung di lokasi kejadian. Menurutnya, petugas gabungan dari kepolisian, TNI, dan tim SAR terus bekerja untuk mengevakuasi korban.
Dasco juga menjelaskan bahwa proses evakuasi menghadapi kendala di lapangan, terutama karena sejumlah penumpang berada dalam kondisi terjepit di dalam rangkaian kereta.
“Hambatan dari proses evakuasi itu karena penumpang dalam keadaan ada yang terjepit dan kemudian celah untuk ruang mengevakuasinya sempit,” kata Dasco.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah mengonfirmasi insiden tersebut. Pihak KAI menyatakan fokus utama saat ini adalah keselamatan penumpang serta penanganan korban.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas kejadian ini.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin,” ucap Anne.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Sementara itu, operasional perjalanan kereta api, baik jarak jauh maupun komuter, masih terdampak akibat insiden tersebut.
Editor: Redaksi TVRINews





