Penulis: Edwar Ruspendi
TVRINews, Majalengka
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan bahwa jumlah siswa Sekolah Rakyat (SR) di seluruh Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan. Program yang merupakan bagian dari inisiatif strategis Presiden Prabowo Subianto ini difokuskan sebagai pilar utama dalam upaya pengentasan kemiskinan secara terpadu melalui jalur pendidikan.
Berdasarkan data nasional, pada tahun 2025 tercatat hampir 16 ribu siswa telah terdaftar dalam program Sekolah Rakyat. Tren positif tersebut diharapkan akan terus berlanjut guna memperluas jangkauan manfaat program bagi anak-anak di berbagai daerah.
"Pemerintah menargetkan penambahan lebih dari 30 ribu siswa baru pada tahun 2026," ujar Gus Ipul saat melakukan kunjungan kerja pada Senin, 27 April 2026.
Dalam keterangannya, Gus Ipul menegaskan pentingnya akurasi data dalam penyaluran bantuan serta program pemberdayaan agar tetap tepat sasaran. Ia menyebutkan bahwa pengelolaan data kini menjadi tanggung jawab bersama dengan merujuk pada satu pintu guna menghindari tumpang tindih kebijakan.
Saat ini, pemerintah telah memiliki Data Terpadu Sesuai Inpres (DTSEN) sebagai satu-satunya rujukan data nasional. Hal tersebut sesuai dengan Inpres Nomor 4 Tahun 2025, di mana pengelolaannya dilakukan langsung oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Untuk wilayah Kabupaten Majalengka, program Sekolah Rakyat saat ini masih berada dalam tahap rintisan. Karena belum memiliki fasilitas bangunan permanen, operasional sekolah sementara ini masih memanfaatkan gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).
Meski masih dalam tahap awal, kualitas pendidikan para siswa Sekolah Rakyat mulai menunjukkan hasil yang nyata. Dalam kunjungannya, Gus Ipul beserta para tamu undangan disuguhi penampilan pidato menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab oleh dua orang siswi Sekolah Rakyat.
Program Sekolah Rakyat terbukti memberikan harapan baru bagi anak-anak yang sebelumnya terpaksa berhenti sekolah akibat kendala ekonomi. Salah satunya adalah Wulan Purnama, seorang siswi Sekolah Rakyat yang mengaku merasa sangat terbantu dengan kehadiran program ini.
"Saya sangat senang dapat melanjutkan kembali kegiatan belajar yang sempat tertunda karena sempat drop out (putus sekolah)," ungkap Wulan dengan haru.
Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar lembaga pendidikan biasa, melainkan instrumen penting dalam Program Kemiskinan Terpadu secara nasional. Kunjungan ini sekaligus menjadi langkah pemerintah pusat untuk memperkuat implementasi Program Strategis Nasional (PSN) dalam memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang lebih inklusif.
Editor: Redaktur TVRINews





