Bekasi: Kecelakaan rangkaian kereta rel listrik (KRL) dengan kereta jarak jauh Argo Bromo terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin malam, 27 April 2026, pukul 20.52 WIB. Insiden itu menyisakan kepanikan di dalam gerbong.
Salah satu penumpang KRL, Desi, mengungkapkan detik-detik kejadian. Ia mengatakan kereta yang ditumpanginya sempat mengalami benturan awal sebelum akhirnya tertabrak dari arah belakang.
"Saya dari arah Jakarta ke Cikarang pada panik. Ditabrak dari belakang. Kondisi langsung gelap gulita,” kata Desi di Bekasi, Senin, 27 April 2026.
Proses evakuasi korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (MTVN/Antonio)
Dia menuturkan, setelah benturan pertama, kereta sempat berhenti. Namun kemudian, rangkaian kembali mengalami tabrakan dari arah belakang. Kronologis Masih Diinvestigasi PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab kecelakaan. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyatakan proses pendataan masih berlangsung.
“Penyebab kejadian serta jumlah perjalanan KA yang terdampak masih dalam proses investigasi. Informasi akan kami perbarui secara berkala,” ujar Franoto.
Ia menjelaskan, insiden terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920. Saat ini, proses evakuasi masih berlangsung.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan. Petugas gabungan hingga kini masih fokus melakukan evakuasi serta memastikan keselamatan seluruh penumpang yang terdampak insiden tersebut.




