Cavendish Jadi Andalan Petani Sumberpanggang untuk MBG

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Harry Saktiono

TVRINews, Lamongan

Pisang Cavendish menjadi komoditas pertanian yang terus digenjot produksinya oleh petani di Dusun Sumberpanggang, Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan. Komoditas ini banyak diminati dapur SPPG untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tingginya permintaan membuat petani berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Selain itu, pisang Cavendish dinilai memiliki kandungan vitamin B yang penting untuk pertumbuhan tulang sehingga direkomendasikan sebagai salah satu menu dalam program MBG.

Dampak ekonomi dari komoditas ini mulai dirasakan petani. Ratusan pohon yang ditanam di lahan seluas satu hektare kini memasuki masa panen perdana bertepatan dengan berjalan program MBG.

Salah satu petani, Solikin Wijaya, mengaku merasakan keuntungan pada panen pertama. Harga pisang Cavendish berada di kisaran Rp8.000 per kilogram dengan hasil satu tandan mencapai 10–15 kilogram.

"Alhamdulilah pisang cavendish dihargai cukup tinggi sehingga tinggal mengalikan saja, apalagi saat ini musimnya lagi bagus-bagusnya, kwalitas pisangnya juga terjaga," ujar Solikin, Senin, 27 April 2026.

"Kalau biaya produksinya mungkin bisa dibilang murah ya, mungkin agak berat diproses tanamnya saja, kalau sudah tumbuh kembang tak terlalu banyak butuh pupuk,” tambahnya.

Menurut Solikin, satu hektare lahan mampu menghasilkan lebih dari 10 ton pisang Cavendish. Selain perawatan yang relatif mudah, komoditas ini dinilai memberikan keuntungan ekonomi yang menjanjikan.

Solikin juga menyebut hasil panennya tidak perlu melalui pasar tradisional. Distribusi sudah langsung terserap oleh SPPG.

"Soal pangsa pasar sekarang sudah jelas, kita cukup setor, atau diambil langsung oleh pihak SPPG,” ungkapnya.

Dari sisi kualitas, Solikin menanam varietas Grand Nine (G6) yang memiliki ukuran lebih besar, daging buah lembut, serta rasa manis yang disukai anak-anak.

"Jenis yang saya tanam ini sangat disuka oleh siswa penerima MBG, selain manis, lembut, ukurannya juga besar," pungkas Solikin.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Taksi Green SM Buka Suara usai Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur
• 3 jam laludisway.id
thumb
KRL yang Ditabrak Kereta Argo Bromo Gerbong Khusus Wanita, Kondisinya Hancur
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Gaspol Digitalisasi Bansos, Kemensos Perkuat Kolaborasi Data Lintas Sektor
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
AS tolak Iran kuasai Selat Hormuz
• 38 menit laluantaranews.com
thumb
Penutupan Jalan Diponegoro, Bandung, Picu Penolakan Revitalisasi  Plaza Gedung Sate-Gasibu
• 10 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.