Sawe mengaku sudah lama bermimpi memecahkan rekor dunia. Menurutnya, hal ini mencerminkan kerja keras, dukungan tim, dan inovasi yang mendorongnya melampaui batas.
“Memecahkan rekor dunia adalah sesuatu yang sudah lama saya impikan, dan mencapainya berarti begitu banyak bagi saya dan bagi olahraga lari. Ini mencerminkan kerja keras di balik layar, dukungan tim saya, dan peran inovasi yang membantu saya mendorong melampaui batas. Saya merasa terhormat menjadi bagian dari babak baru bagi olahraga ini.” Baca juga: Bikin Bangga! Lody Natasha Raih Podium di Thailand Rally Raid 2026 Sedangkan Assefa, yang lahir di Ethiopia, mengaku sudah menantikan untuk memecahkan rekor. Ia merasa hal ini tak bisa dicapai oleh kinerjanya sendiri dan menyanjung kinerja timnya.
“Memecahkan rekor dunia sudah terlintas dalam benak saya selama bertahun tahun, dan akhirnya melakukannya sangatlah istimewa. Ini menunjukkan kerja keras yang terjadi setiap hari, kekuatan tim di sekitar saya, dan bagaimana semuanya bersatu untuk melampaui hal yang terlihat tidak mungkin. Saya bersyukur menjadi bagian dari momen ini bagi olahraga.”
Ketiga atlet itu mengenakan adidas Adizero Adios Pro Evo 3 terbaru, sepatu Adizero tercepat dan teringan yang pernah dibuat, yang memecahkan rekor dunia dan menembus batas 2 jam.
Tim inovasi adidas bekerja sama erat dengan Sabastian, Tigist, dan Yomif untuk menghadirkan rangkaian produk lari inovatif yang tak tertandingi guna mendukung momen bersejarah ini, termasuk Techfit+ Endurance Shorts dan Climacool+ Singlet yang dikenakan Sabastian dan Tigist, serta Techfit+ Endurance Suit yang dikenakan Yomif. Baca juga: Realme Gandeng Raphinha jadi Global Brand Ambassador
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)




