Walikota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengatakan mendapat arahan dari Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad untuk melakukan percepatan pembangunan flyover di Bulak Kapal. Percepatan itu demi memperlancar mobilitas usai insiden tabrakan maut di Stasiun Bekasi Timur.
"Hari ini besok pagi saya diminta untuk membuat surat sehingga ada satu proses percepatan ya di dalam rangka untuk membangun flyover yang ada di Bulak Kapal ya, walaupun memang sudah diinisiasi oleh Pak Gubernur," ujar Tri kepada wartawan, di RSUD Kota Bekasi, Senin (28/4/2026).
Dia mengatakan anggaran proyek tersebut baru masuk dalam APBD. Dia mengatakan untuk pembebasan lahan yang dilakukan pemkot sudah selesai dengan dana Rp 100 miliar.
"Dan kemudian untuk pembangunannya kan secara total kemungkinan kebutuhannya sekitar Rp 250 miliar," ucap Tri.
"Nah dari provinsi baru ada kurang lebih Rp 30 miliar. Jadi mudah-mudahan nanti yang Rp 220 miliarnya kita, Pak Dasco yang akan berupaya gimana di Pusat ada yang namanya Banpres ya, jadi Bantuan Presiden," sambungnya.
Dia mengatakan penyelesaian perlintasan kereta harus diselesaikan secara struktural. Di dekat Stasiun Bekasi Timur terdapat perlintasan sebidang yang menjadi TKP taksi tertember.
Tri mengatakan jika flyover sudah dibangun, maka perlintasan sebidang di Jalan Ampera itu bakal ditutup.
"Kalau itu flyover sudah dibangun berarti nanti Ampera (perlintasan sebidang) pun sudah bisa ditutup ya, sehingga lalu lintasnya pun juga akan bisa lebih lancar, lebih aman, dan tentu ada satu kepastian pola perjalanan kereta pun tidak akan terganggu," tuturnya.
Dia menegaskan lagi surat terkait proses percepatan pembangunan flyover itu akan disiapkan pagi ini. Dasco, lanjut dia, memastikan adanya percepatan pembangunan tersebut.
"Pak Dasco Wakil Ketua DPR memastikan akan ada proses percepatan. Saya yakini kalau uangnya ada 6 bulan harusnya sih selesai," katanya.
(idn/imk)





