Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap mampu menembus level 28.000 pada 2030 meski mengalami volatilitas di 2026.
Purbaya dalam Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana serta Pembukaan Pekan Reksa Dana Tahun 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, menjelaskan pertumbuhan IHSG akan didorong oleh ekspansi perekonomian nasional.
"Sekarang (level IHSG) 7.000. Ekspansi kita akan berlangsung sampai 2029-2030. Itu saya bilang bisa lah (IHSG) 28.000," ujar Purbaya, dilansir Antara, Senin, 27 April 2026.
Ia mengatakan fondasi perekonomian akan menentukan nilai IHSG. Maka dari itu, ia terus mendorong berbagai upaya yang bisa dilakukan otoritas fiskal untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.
Baca Juga :
IHSG Berpotensi Short Term Rebound, Simak 6 Rekomendasi Saham IniDi sisi lain, dia juga melihat peluang dari pemain pasar modal. Saat ini, makin banyak generasi muda yang mulai berinvestasi di pasar modal, misalnya gen Z dengan porsi mencapai 57 persen. Meski begitu, ia pun mengingatkan para investor muda untuk mewaspadai risiko investasi dan belajar dari ahli yang memahami cara kerja pasar saham.
"Bagi investor muda untuk berhasil berinvestasi, bukan otomatis kalau Anda masuk ke pasar saham langsung jadi jago. Anda pelajari dulu pengetahuannya, baru nanti bisa untung lebih tinggi dari profesional yang di pasar modal, kalau Anda memang jago. Tapi kalau nggak, ikuti saja dulu sambil belajar," jelas dia.
Atas dasar itu, dia menyebut Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merupakan jawaban atas risiko investasi. Program PINTAR Reksa Dana merupakan upaya untuk meningkatkan pendalaman pasar dengan mendorong partisipasi masyarakat di pasar modal khususnya melalui instrumen reksa dana.
Program itu juga sejalan dengan program delapan rencana aksi reformasi integritas pasar modal Indonesia yang menyebutkan penguatan integritas tidak hanya didukung oleh kualitas tata kelola, tetapi juga didukung perluasan partisipasi masyarakat sebagai investor di pasar modal.
"Berinvestasi selalu ada risikonya. High risk, high gain. No risk, no gain. Low risk, low gain. Selalu ada itu. Program PINTAR adalah jawaban atas risiko yang ada pada reksa dana tradisional," kata dia.




