Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan duka mendalam atas insiden tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur. Total lima orang dinyatakan meninggal dan masih ada korban yang dievakuasi di gerbong wanita.
“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam pernyataan di Jakarta dilansir Antara, Selasa, 28 April 2026.
KAI menyampaikan terjadi insiden operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta, yang berdampak pada perjalanan kereta api. KAI menyampaikan duka mendalam atas kejadian itu, karena situasi tersebut membawa kesedihan bagi pelanggan serta keluarga yang menanti kabar.
Baca Juga :
Kecelakaan Kereta, Basarnas Kerahkan 14 Personel Tambahan Evakuasi 5 Korban TerjepitSementara itu, penanganan difokuskan kepada penumpang KRL yang terdampak. Hingga saat ini, 38 penumpang KRL telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Mereka dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat, di antaranya RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi. Dalam proses penanganan, KAI bersama Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis bergerak cepat memberikan pertolongan dan memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan secepat mungkin.
"Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Kami memahami kesedihan yang dirasakan keluarga, dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses penanganan berjalan dengan baik,” ujar Anne.
Evakuasi korban tewas. Foto: Tangkapan Layar
Seiring dengan penanganan di lokasi, KAI melakukan penyesuaian pola operasi perjalanan KRL menyesuaikan kondisi jalur, agar layanan kepada pelanggan tetap dapat berjalan secara bertahap. Untuk pelanggan KA 4 Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi – Gambir, KAI menyiapkan layanan bus guna melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Gambir sebagai bagian dari pelayanan lanjutan.
Seluruh perjalanan Kereta Api Jarak Jauh yang berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasarsenen untuk sementara dihentikan, guna mendukung proses penanganan dan memastikan keselamatan perjalanan.




