REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Distribusi hewan kurban di sejumlah wilayah masih belum merata, terutama di kawasan Indonesia Timur dan beberapa negara di Afrika. Menjelang Iduladha 2026, berbagai upaya dilakukan untuk memperluas jangkauan manfaat kurban agar lebih dirasakan oleh masyarakat di wilayah yang minim akses.
Salah satu upaya tersebut dilakukan Human Initiative melalui program Flash Sale Kurban 2026. Program ini dirancang untuk mendorong partisipasi masyarakat sekaligus memperluas distribusi kurban ke wilayah yang membutuhkan.
Program berlangsung pada 27 April hingga 1 Mei 2026. Dalam periode tersebut, masyarakat dapat berpartisipasi dengan skema Rp1,7 juta untuk 1/7 sapi dengan bobot sekitar 200 kilogram. Penyaluran kurban difokuskan ke wilayah Indonesia Timur serta sejumlah negara di Afrika.
Human Initiative memastikan seluruh proses pelaksanaan kurban berjalan sesuai syariat, mulai dari pemilihan hewan, pemeriksaan kesehatan, hingga distribusi kepada penerima manfaat. Proses ini dilakukan untuk menjaga kualitas kurban sekaligus kepercayaan masyarakat.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Leader Program Kurban Human Initiative, M. Rijalul Afif, mengatakan bahwa inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat dalam berkurban tanpa mengurangi kualitas pelaksanaannya.
“Program ini kami hadirkan untuk membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat agar dapat berkurban, sekaligus memastikan manfaatnya menjangkau wilayah yang selama ini masih terbatas aksesnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, partisipasi yang dilakukan lebih awal memungkinkan proses distribusi direncanakan secara lebih optimal sehingga dampaknya dapat dirasakan lebih luas oleh penerima manfaat.
Selain menjawab tantangan distribusi, program ini juga memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin berkurban dengan perencanaan yang lebih matang. Skema yang ditawarkan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kalangan untuk tetap menunaikan ibadah kurban.
Perluasan distribusi ke wilayah yang jarang tersentuh diharapkan mampu memperkuat nilai pemerataan dalam pelaksanaan kurban. Dengan keterlibatan berbagai pihak, manfaat kurban tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi dapat dirasakan lebih merata hingga ke daerah dan negara yang membutuhkan.