Universitas Brawijaya Masuk Klaster 601–800 THE Asia University Rankings 2026

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MALANG — Universitas Brawijaya (UB) masuk klaster 601–800 dalam Times Higher Education (THE) Asia University Rankings 2026, yang memeringkat 929 universitas dari 36 negara dan wilayah di Asia.

Kepala UPT Global Partnership and Reputation UB, Hendrix Yulis Setyawan, mengatakan hasil tersebut menempatkan UB dalam tabel utama pemeringkatan perguruan tinggi di kawasan Asia.

“THE Asia University Rankings 2026 merupakan salah satu pemeringkatan internasional bergengsi yang menilai kinerja perguruan tinggi berdasarkan misi utama universitas, yaitu pendidikan, riset, transfer pengetahuan, kolaborasi industri, dan internasionalisasi,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Dalam pemeringkatan tersebut, THE menggunakan 18 indikator yang dikelompokkan dalam lima pilar utama, yakni Teaching (24,5%), Research Environment (28%), Research Quality (30%), International Outlook (7,5%), dan Industry (10%).

Pada tingkat Asia, posisi teratas ditempati Tsinghua University, diikuti Peking University dan National University of Singapore. Sejumlah universitas dari China, Singapura, Jepang, dan Hong Kong juga masih mendominasi peringkat 10 besar.

Di Indonesia, sejumlah perguruan tinggi juga masuk dalam THE Asia University Rankings 2026, yaitu:

Baca Juga

  • Universitas Brawijaya Sediakan 5.833 Kuota Jalur SNBT pada 2026
  • BI Jakarta Jalin Sinergi dengan 5 Kampus, Cetak Generasi Unggul

Berdasarkan indikator pemeringkatan, UB mencatat overall score pada rentang 23,3–30,8. Pada aspek Teaching, UB memperoleh skor 29,3, sementara Research Environment sebesar 15,8 dan Research Quality sebesar 29,6.

UB juga mencatat skor 36,2 pada aspek Industry serta 43,8 pada International Outlook, yang berkaitan dengan kolaborasi dengan sektor usaha serta jejaring akademik internasional.

Menurut Hendrix, hasil ini perlu dilihat sebagai bagian dari proses pengembangan institusi.

“Masuknya Universitas Brawijaya dalam THE Asia University Rankings 2026 menunjukkan bahwa UB terus hadir dalam peta kompetisi pendidikan tinggi Asia. Pemeringkatan ini bukan hanya soal posisi, tetapi juga menjadi instrumen refleksi untuk memperkuat kualitas akademik, riset, kolaborasi internasional, dan kontribusi UB bagi masyarakat,” ujarnya.

Dia menambahkan, kompetisi dalam THE Asia melibatkan universitas dari berbagai negara dengan kapasitas riset yang kuat sehingga persaingan dalam pemeringkatan tersebut cukup ketat.

Salah satu fokus penguatan UB ke depan adalah peningkatan kualitas riset dan publikasi internasional. Berdasarkan data publikasi menurut journal quartiles by CiteScore Percentile, jumlah publikasi UB pada jurnal Q1 dan Q2 meningkat dari sekitar 300 publikasi pada 2020 menjadi sekitar 1.500 publikasi pada 2025.

“UB memiliki modal besar, mulai dari dosen, mahasiswa, jejaring alumni, pusat riset, kerja sama internasional, hingga kontribusi kepada masyarakat. Tantangan berikutnya adalah mengonsolidasikan seluruh potensi tersebut agar semakin terlihat dalam indikator reputasi global,” jelasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tangis Keluarga Pecah saat Tahu Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Meninggal
• 12 jam laludetik.com
thumb
Insiden Tabrakan Maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Jadi Trending di Seluruh Media Sosial 
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Advokat Lulusan PKPA Peradi Dipastikan Premium dan Orisinal
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
KAI pastikan korban insiden Bekasi Timur tertangani, buka posko info
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Sunday Lunch: Jelajah Kuliner Sabang sampai Merauke di HARRIS Kelapa Gading
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.