Cerita Penumpang Selamat dari Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL karena Sempat Keluar Gerbong

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com — Maksus (39), warga Tambun, Bekasi, mengaku selamat dari tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL jurusan Cikarang di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, setelah sempat turun dari gerbong beberapa saat sebelum benturan terjadi.

Ia menyebutkan, rangkaian KRL yang semula berhenti tiba-tiba bergerak cepat sebelum terdengar suara keras dan lampu kereta padam.

Saat kejadian, Maksus mengatakan dirinya baru saja turun dari gerbong nomor 6 KRL yang ditumpanginya. Awalnya, kereta tiba di Stasiun Bekasi Timur untuk menurunkan penumpang, lalu kembali berjalan untuk melanjutkan perjalanan ke Stasiun Tambun.

Baca juga: KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Namun, sekitar tiga meter berjalan, rangkaian KRL kembali berhenti. Penumpang mendapat informasi bahwa ada insiden pada rangkaian kereta di depan.

"Itu ada mobil yang katanya keserempet di depan. Keserempet apa berhenti lah gitu kan? Saat itu saya juga enggak tahu pasti," ujar Maksus saat dihubungi Kompas.com, Senin malam.

Menurut Maksus, kereta tertahan sekitar dua menit. Karena banyak penumpang turun, ia ikut turun ke peron untuk melihat kondisi di depan.

"Saya kepo ikut turun tuh, yang lain-lain pada turun, nah saya turun juga ke peron mau lihat ke depan. Tapi kok tidak keliatan juga mobilnya yang keserempet KRL," katanya.

"Nah terus saya balik lagi dong, cuma sebentar doang balik lagi," tutur Maksus.

Ia kemudian hendak kembali ke gerbong 6. Saat baru memutar badan dan berjalan beberapa langkah menuju gerbongnya, rangkaian KRL yang sebelumnya berhenti tiba-tiba bergerak cepat.

"Baru saya melangkah berapa langkah, kereta jalan sendiri tapi kenceng. Tiba-tiba duss !! Lampu KRL mati," tutur Maksus.

"Lalu terlihat ada dua gerbong berjalan cepat melewati peron. Baru sadar ternyata ada KA jarak jauh nyundul (KRL dari belakang)," lanjutnya.

Maksus mengatakan, lokomotif KA jarak jauh terus mendorong rangkaian KRL yang sebelumnya ditumpanginya. Lokomotif bahkan masuk hingga setengah gerbong paling belakang.

Baca juga: Pesan Terakhir Nurlela sebelum Tewas dalam Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL saat Pulang

"Gerbong yang terkena (tabrakan) paling parah itu gerbong 12, atau gerbong khusus perempuan dan gerbong 11," kata Maksus.

"Ada yang tadi (penumpang) nyangkut di atas gitu kan, ada yang ke bawah juga. Saya sudah nggak tega lihatnya," jelasnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia juga melihat lampu-lampu pada gerbong yang ditabrak berjatuhan. Akibatnya, aliran listrik terputus dan rangkaian KRL menjadi gelap.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Evakuasi Kecelakaan KA Argo Bromo Masih Berlangsung, Perjalanan KRL Cuma Sampai Stasiun Bekasi Pagi Ini
• 11 jam laludisway.id
thumb
Hadapi Ancaman El Nino, Pemkab Pinrang Siapkan Strategi Jaga Produksi Pertanian
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Derbi Jatim Memanas! Arema FC vs Persebaya Surabaya, Duel Taktik Marcos Santos vs Bernardo Tavares Jadi Penentu
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Rekaman Mencekam Situasi di Dalam Gerbong Wanita KRL, Tangis Pecah Teriakan Minta Tolong Bersahutan
• 8 jam laludisway.id
thumb
Update Korban KRL Bekasi, 81 Korban Luka 7 Meninggal Dunia
• 9 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.