Tanggapi Kritik "Shut Up KDM" Bobotoh, Dedi Mulyadi: Saya Menjunjung Tinggi Transparansi

tvonenews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memilih pendekatan terbuka dalam menghadapi berbagai dinamika yang menyelimuti tim kebanggaan warga Jawa Barat, Persib Bandung. 

Di tengah sorotan suporter hingga isu kucuran bonus, ia menegaskan pentingnya akuntabilitas dan ruang bagi kritik publik.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kemunculan spanduk bertuliskan “Shut Up KDM” saat laga Persib melawan Arema FC di Stadion GBLA, Jumat (24/4/2026). 

Bukannya merasa tersinggung, Dedi Mulyadi justru melihat aksi Bobotoh tersebut sebagai masukan yang konstruktif agar ia tetap menjaga batasan dalam memberikan komentar mengenai tim.

Ia sepakat bahwa profesionalisme sepak bola harus tetap dijaga agar tidak terdistorsi oleh kepentingan lain, termasuk politik. 

Melalui kritik tersebut, Dedi Mulyadi merasa mendapatkan pengingat yang tepat mengenai perannya sebagai pejabat publik di dunia olahraga.

“Terima kasih sudah diingatkan,” ujar Dedi Mulyadi pada Minggu (26/4/2026), dikutip dari laman jabarprov.go.id.

Selain menanggapi kritik, Dedi juga mengurai polemik terkait janji bonus Rp1 miliar per pertandingan bagi skuat Maung Bandung. 

Ia menjelaskan bahwa komitmen tersebut berasal dari Maruarar Sirait setelah adanya pertemuan bersama manajemen Persib guna membahas target juara.

Secara rinci, ia memaparkan bahwa rencana pemberian dukungan finansial itu ditujukan untuk lima pertandingan tandang dari total tujuh laga. 

Jika ditotal, nilai dukungan tersebut mencapai Rp5 miliar. Dedi menegaskan bahwa sebelum informasi ini meluas, ia telah memastikan kepada pihak manajemen bahwa skema tersebut tidak menabrak regulasi yang ada.

Meski awalnya ada permintaan agar hal ini tidak diumbar, Dedi memilih untuk tetap mempublikasikannya demi prinsip keterbukaan informasi agar tidak terjadi simpang siur di tengah masyarakat.

“Saya menjunjung tinggi transparansi,” tegas Dedi.

Langkah ini mempertegas posisi Dedi Mulyadi sebagai fasilitator yang berupaya menyokong prestasi klub tanpa mencampuri urusan teknis internal. 

Baginya, setiap bentuk dukungan finansial dalam olahraga harus diketahui publik agar integritas ekosistem sepak bola tetap terjaga.

Gubernur Jawa Barat ini mengimbau para pendukung untuk menghentikan perdebatan di jagat maya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KAI Batalkan Perjalanan KA Parahyangan Dampak Insiden di Stasiun Bekasi Timur
• 1 jam lalumatamata.com
thumb
Usut Korupsi, Kejagung Diminta Jeli Jangan Terpengaruh Opini
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Prabowo Kunker ke Jateng, Tinjau Pengelolaan Sampah hingga Proyek Hilirisasi
• 33 menit laluokezone.com
thumb
Argo Bromo Anggrek, Kereta Premium Jakarta-Surabaya yang Eksis Sejak 1997
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
TNI AU Tertibkan Belasan Rumah Dinas di Surabaya
• 17 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.