Bekasi: PT KAI mencatat masih terdapat sejumlah penumpang yang terperangkap di dalam KRL Commuter Line hingga sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidi, mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan evakuasi terhadap korban yang masih terperangkap.
"Kita melakukan evakuasi dengan sekuat tenaga, pada saat ini seperti yang kita lihat, masih ada beberapa korban yang masih terperangkap di dalam kereta," kata Bobby di Bekasi, Selasa, 28 April 2026.
Bobby menyatakan, tim gabungan memberikan penanganan kepada penumpang yang masih terperangkap di dalam kereta tersebut. "Ya, tentunya kita memberikan pertolongan-pertolongan berupa oksigen, dan bantuan-bantuan yang lainnya," ujar Bobby.
Baca Juga :
Menhub Kawal Proses Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi TimurSelain itu, Bobby mengatakan bahwa pihaknya juga melakukan pemotongan mekanik. Adapun, para korban yang telah dievakuasi dibawa ke sembilan rumah sakit, di antaranya RSUD Kota Bekasi, RS Hermina, RS Primaya, dan beberapa rumah sakit lainnya.
Sementara, terkait evakuasi korban yang terjepit mengalami kesulitan karena gerbong yang sempit membuat tidak semua personel bisa masuk ke dalam. Sedikitnya, hanya 25 personel SAR yang masuk, sisanya menunggu di peron.
Kecelakaan ini melibatkan kereta rel listrik (KRL) PLB 5568A (CL KPB–CKR) dengan kereta jarak jauh Argo Bromo PLB 4B relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi. Insiden terjadi di Stasiun Bekasi Timur, KM 28+920, pada pukul 20.52 WIB, Senin, 27 April 2026.




