Insiden yang melibatkan dua layanan kereta api di wilayah Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 20.57 WIB pada Senin (27/4) berdampak pada terganggunya operasional transportasi dan berpotensi menekan produktivitas mobilitas komuter di kawasan penyangga Jakarta.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses evakuasi berjalan cepat dan aman sekaligus mempercepat normalisasi operasional layanan kereta yang terdampak insiden.
“Kementerian Perhubungan menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang melibatkan dua layanan kereta api di wilayah Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4),” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (28/4/2026).
Titik Bekasi Timur dinilai krusial karena merupakan salah satu koridor utama transportasi yang menghubungkan wilayah permukiman dengan pusat aktivitas ekonomi. Dengan adanya gangguan layanan bisa berpotensi keterlambatan perjalanan dan menghambat mobilitas tenaga kerja.
Kemenhub menegaskan, keselamatan penumpang adalah prioritas utama dalam penanganan insiden ini.
“Kemenhub memastikan evakuasi dilakukan secara cepat dengan mengutamakan keselamatan korban terdampak,” ujarnya.
Selain fokus untuk evakuasi, pemerintah juga melakukan koordinasi lintas instansi untuk mempercepat pemulihan layanan transportasi. Hingga kini, pendataan korban masih terus berlangsung sebagai bagian dari proses penanganan lanjutan di lapangan.
“Pendataan jumlah korban masih terus dilakukan. Kemenhub akan terus berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi berjalan optimal seiring perkembangan di lapangan,” pungkasnya.
Di sisi lain, langkah investigasi didorong untuk memastikan penyebab insiden sehingga bisa diidentifikasi secara menyeluruh. Kedepannya, diharapkan langkah ini bisa meminimalisir risiko gangguan serupa.
“Kemenhub juga mendukung langkah-langkah investigasi dari KNKT dan pihak terkait guna mendalami penyebab insiden tersebut,” tulisnya.
Baca Juga: PT KAI Sampaikan Permohonan Maaf atas Tabrakan KA Jarak Jauh dan KRL di Stasiun Bekasi Timur
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas insiden tabrakan kereta yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan perseroan memahami insiden tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi pelanggan dan keluarga penumpang.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” ujarnya, dalam keterangan resmi.





