Daftar Lengkap 53 Korban Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi

narasi.tv
15 jam lalu
Cover Berita

Sebanyak 79 penumpang dilaporkan mengalami luka-luka dan 5 meninggal dunia dalam salah satu insiden transportasi darat paling fatal tahun ini. Dari statistik tersebut, RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi menjadi pusat penanganan utama yang merawat 53 pasien terdampak. 

Hingga tanggal 28 April 2026, otoritas medis RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid telah mempublikasikan kepastian terkait korban jiwa yang ditangani di fasilitas mereka. Dari 53 individu yang dievakuasi ke rumah sakit ini, tiga orang di antaranya dinyatakan telah menghembuskan napas terakhir. Berikut rincian identitasnya:

  1. Nuryati (Perempuan, 62 tahun)
  2. Enggar Retno K. (Perempuan, 35 tahun)
  3. Nurlaela (Perempuan, 30 tahun)
Rincian 50 Korban Luka yang Sedang Menjalani Perawatan Intensif

Selain korban jiwa, tim dokter juga bekerja ekstra keras menstabilkan 50 penumpang lain yang mengalami trauma fisik. Derajat cedera sangat bervariasi, membentang dari lecet dan syok ringan hingga indikasi trauma tumpul parah akibat benturan kecepatan tinggi. Kebutuhan publik terhadap informasi nama korban tabrakan kereta api menjadi sangat krusial bagi keluarga yang kehilangan kontak dengan kerabat mereka. Sebagian nama dari puluhan pasien luka yang kini diobservasi antara lain:

  1. Desvita, perempuan, 56 tahun
  2. Ahmad Nur Syahril, laki-laki, 28 tahun
  3. Subur Sagita, laki-laki, 51 tahun
  4. Shovy Salsabila, perempuan, 24 tahun
  5. Siti Maryam, perempuan, 37 tahun
  6. Rivan Mandara, laki-laki, 32 tahun
  7. Anggita R. Utami, perempuan, 36 tahun
  8. Hari Septiansah, laki-laki, 27 tahun
  9. Dwi Apriliana, perempuan, 30 tahun
  10. Ratri Intan A, perempuan, 26 tahun
  11. Andi Saputra, laki-laki, 30 tahun (sudah pulang)
  12. Sansan Sarifah, perempuan, 29 tahun
  13. Dinasti Kusuma W, perempuan, 24 tahun
  14. Yuliana, perempuan, 30 tahun
  15. Ira Indira Putri, perempuan, 28 tahun
  16. Hari Septiyansyah, laki-laki, 30 tahun
  17. R. Rustiati, perempuan, 55 tahun
  18. Amalia Hasanah Ulfa, perempuan, 31 tahun
  19. Vira Oktaviani Putri, perempuan, 27 tahun (dirujuk ke RS Mitra Plumbon)
  20. Yuliana Nur Pratama, perempuan, 24 tahun (dirujuk ke RS Siloam)
  21. Nuryati, perempuan, 41 tahun
  22. Nuriah Indah Rahmati, perempuan, 21 tahun
  23. Fitria Husni, perempuan, 26 tahun
  24. Anggita, perempuan, 36 tahun
  25. Leni Julianti, perempuan, 33 tahun
  26. Purwanti, perempuan, 54 tahun
  27. Yunita Endang, perempuan, 41 tahun
  28. A. Regita, perempuan, 29 tahun
  29. Subandi, laki-laki, 42 tahun
  30. Muchlis, laki-laki, 30 tahun
  31. Riki, laki-laki, 25 tahun
  32. Alivia, perempuan, 25 tahun
  33. Dewi Sagita, perempuan, 29 tahun
  34. Stevani Sofia, perempuan, 22 tahun
  35. Eri Rustiati, perempuan, 55 tahun
  36. Ester Rajagukguk, perempuan, 27 tahun
  37. M. Anwar, laki-laki, 30 tahun
  38. Laili, laki-laki, 26 tahun
  39. Rivan, laki-laki, 32 tahun
  40. Ayunda R, perempuan, 24 tahun
  41. Mustika Ayu Pujiana, perempuan, 43 tahun
  42. Suryati, perempuan, 51 tahun
  43. Evi, perempuan, 52 tahun
  44. Shofie, perempuan, 24 tahun
  45. Iie Suendi, laki-laki, 42 tahun
  46. Dewi Suryani, perempuan, 35 tahun
  47. Despita, perempuan, 48 tahun
  48. Choirunnisa R, perempuan, 25 tahun
  49. Rista Triana, perempuan, 35 tahun (sudah pulang)
  50. Pamilang Rani Situmorang, perempuan, 32 tahun.

Baca Juga:KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek

Untuk pasien yang membutuhkan tindakan bedah atau fasilitas neuro-trauma lebih kompleks, protokol rujukan telah disiagakan guna memindahkan mereka ke berbagai fasilitas medis rujukan lain di sekitar wilayah Bekasi.

Menanggapi krisis ini, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengonfirmasi data agregat yang melampaui statistik tunggal dari satu RSUD. Secara kumulatif, petaka ini merenggut 5 nyawa dan melukai 79 orang yang penanganannya disebar ke 9 rumah sakit berbeda guna mencegah kelebihan beban kapasitas layanan gawat darurat.

Fokus perusahaan kini terbelah antara penyelamatan nyawa manusia dan pemulihan infrastruktur. Evakuasi tumpukan gerbong yang ringsek dilakukan karena ada korban yang terjepit.

"Update dari korban pada saat ini meninggal dunia itu 5. Kemudian yang masih terperangkap itu sekitar 3," terang Bobby saat ditemu wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (28/4).

"Dan yang sudah observasi di rumah sakit itu berjumlah 79. Rumah sakitnya ada 9 RS," imbuhnya.

Baca Juga:BMKG Catat Suhu Terpanas 24 Jam Terakhir di Berbagai Wilayah Indonesia

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRI Super League: Arema Dihajar 4 Gol oleh Persebaya, Marcos Santos Minta Maaf pada Aremania
• 2 jam lalubola.com
thumb
Viral Video Wanita 32 Tahun dan Lansia 66 Tahun Saling Jambak dan Berkelahi di MRT Shanghai
• 7 jam laluerabaru.net
thumb
John Herdman Bongkar Alasan Pilih Pemain Liga Indonesia untuk ASEAN Championship 2026: Buktikan Kualitas Pemain Lokal!
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
KAI Sampaikan Duka Cita Atas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Program Renovasi 21.000 Rumah di Papua Dimulai Mei 2026, Pemerintah Dorong Perbaikan Hunian dan Ekonomi Lokal
• 12 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.