JAKARTA, KOMPAS.TV- Badan SAR Nasional (Basarnas) menyatakan masih ada tiga korban yang terjepit di dalam gerbong KRL yang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, hingga Selasa (28/4) pagi.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii menyebutkan hingga saat ini masih ada tiga korban yang terjepit material kereta dan menunggu proses ekstrikasi.
“Kami mengucapkan duka cita. Kondisi kecelakaan ini membutuhkan penanganan khusus karena terjadi impact yang menyebabkan lokomotif menyatu dengan satu gerbong wanita,” kata Syafii dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).
Ia menjelaskan, proses evakuasi melibatkan personel dengan kemampuan khusus. Ekstrikasi merupakan teknik penyelamatan dengan metode cutting (pemotongan) dan lifting (pengangkatan material) untuk memisahkan tubuh korban dari jepitan logam.
Baca Juga: KAI Batalkan 13 Perjalanan KA Imbas Insiden Bekasi Timur, Ini Daftar dan Cara Refund
“Evakuasi harus teliti dan fokus. Masih ada korban yang terjepit, namun kami berharap bisa dievakuasi dalam kondisi hidup. Korban yang terjepit juga masih bisa berkomunikasi dengan baik,” terangnya, dikutip dari Breaking News Kompas TV.
Syafii menegaskan proses evakuasi dilakukan tanpa henti dengan sistem pergantian petugas.
“Evakuasi non stop, petugas bekerja secara shift dan tidak terjeda. Mohon doa dari masyarakat, kami bekerja secara terbuka dan transparan,” ujarnya.
Terkait kondisi rangkaian, ia mengungkapkan, sebagian kereta sudah berhasil ditangani.
Baca Juga: Penampakan Taksi Tertemper KRL Sebelum Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur
Penulis : Dina Karina Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- argo bromo tabrak krl
- evakuasi korban terjepit kereta
- korban tewas bekasi timur
- stasiun bekasi timur
- basarnas
- kai





