JAKARTA, KOMPAS.TV - Proses evakuasi korban tabrakan antara kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
Seperti diketahui, kecelakaan tersebut terjadi pada Senin (27/4/2026) malam sekitar pukul 20.40 WIB.
Dipantau dari Breaking News KompasTV, hingga Selasa (28/4) pagi, pukul 06.23 WIB, tim gabungan masih berjibaku melakukan evakuasi terhadap korban.
Baca Juga: Update Tabrakan KRL dan Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur: hingga Selasa Dini hari 5 Meninggal
Kepala Basarnas M Syafii mengungkapkan sejumlah kendala dalam proses evakuasi korban tersebut, salah satunya yakni terkait material logam tebal pada badan gerbong yang ringsek.
"Tindakan ini merupakan tindakan dengan penanganan khusus, artinya yang terjadi adalah logam bertemu logam dengan ketebalan yang tentunya dengan peralatan normal tidak akan mungkin bisa kita lakukan," ungkapnya, Selasa.
"Sehingga kita membutuhkan, atau kita menggunakan ekstrikasi khusus yang memang biasa digunakan dalam logam-logam, khususnya bahan-bahan yang ada di material gerbong. Logam-logam yang memang kita pisahkan ini merupakan logam-logam dengan kekuatan yang agak ekstra," katanya.
Selain itu, keterbatasan ruang menjadi tantangan utama bagi tim gabungan untuk melakukan upaya evakuasi terhadap korban.
"Yang menjadi permasalahan adalah space untuk kita melakukan tindakan. Jadi kita melakukan tindakan dari luar ternyata juga mengalami kesulitan tersendiri. Kemudian dari dalam, volume dari gerbong itu juga terbatas," jelasnya.
"Sehingga kita di dalam tidak lenih dari 25 orang, itu pun bercampur material yang menyatu dari lokomotif dan gerbong," tuturnya.
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- kecelakaan kereta
- Tabrakan KRL-KA Argo Bromo
- proses evakuasi korban
- basarnas
- korban tabrakan kereta





