Ke Mana Arah Arus Dana seusai BEI Depak Saham Berkapitalisasi Jumbo dari LQ45?

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Bursa Efek Indonesia (BEI) merombak komposisi indeks LQ45 dengan mendepak sejumlah emiten berkapitalisasi besar. Beberapa analis menilai perubahan ini berdampak pada arus dana jangka pendek dan memicu volatilitas pasar.

Sejumlah saham yang keluar dari indeks bergengsi tersebut antara lain PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).

Padahal, dari sisi kapitalisasi pasar, sejumlah emiten tersebut masih tergolong jumbo. BREN misalnya, memiliki kapitalisasi mencapai Rp 640,83 triliun dan berada di posisi kedua terbesar di BEI. DSSA berada di peringkat kedelapan dengan kapitalisasi Rp 387,20 triliun. Sementara NCKL sebesar Rp 71,93 triliun.

Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana menilai, perubahan komposisi LQ45 termasuk penerapan kriteria high shareholding concentration (HSC) akan memengaruhi pergerakan dana jangka pendek.

Menurut dia, secara historis, saham yang masuk indeks berpotensi mendapatkan inflow dari reksa dana indeks maupun fund manager yang melakukan benchmarking. Kendati demikian, dia mengingatkan investor tidak bisa hanya mengandalkan narasi "masuk indeks pasti naik", begitu pun sebaliknya.

Timing tetap krusial. Strategi yang lebih rasional adalah menunggu pullback atau konsolidasi harga setelah euforia awal inflow mereda, lalu masuk secara bertahap, khususnya pada saham dengan fundamental yang menopang,” ujar Hendra kepada Katadata, Selasa (28/4).

Menurut dia, CTRA, HEAL, dan NCKL masih menarik dicermati. CTRA berpotensi diuntungkan dari pemulihan sektor properti dan peluang penurunan suku bunga. HEAL memiliki karakter defensif di sektor kesehatan. Sementara NCKL tetap menjadi proxy hilirisasi nikel yang sensitif terhadap harga komoditas global.

Sebaliknya, BREN dan DSSA dinilai perlu dicermati lebih hati-hati karena volatilitas tinggi serta isu likuiditas dan konsentrasi kepemilikan. Sentimen terhadap kedua saham juga cenderung negatif dalam jangka pendek, terutama setelah sikap hati-hati MSCI terhadap saham dengan kategori HSC.

Secara teknikal, BREN berpotensi melemah ke area Rp 4.140 dan DSSA ke kisaran Rp 1.800. Dalam kondisi ini, strategi defensif seperti trailing stop dan pengurangan posisi dinilai lebih relevan.

Sementara Investment Specialist Korea Investment Sekuritas Indonesia (KISI), Azharys Hardian mengatakan, dampak perubahan konstituen LQ45 terhadap IHSG cenderung terbatas karena sudah diantisipasi pasar.

“Hal ini dikarenakan pasar sudah mulai melakukan antisipasi (priced-in), terlihat dari pergerakan BREN dan NCKL yang justru sempat menunjukkan penguatan di tengah sentimen tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, perubahan ini baru efektif pada 4 Mei 2026. Puncak volatilitas diperkirakan terjadi pada 30 April saat manajer investasi melakukan rebalancing portofolio di akhir perdagangan.

Dari sisi teknikal, BREN masih berpeluang rebound jangka pendek dengan target Rp 5.000 jika terjadi pembalikan arah. Namun DSSA dan HEAL yang masih dalam tren turun disarankan untuk direspons secara konservatif. Adapun NCKL dinilai tetap menarik dengan target harga di level Rp 1.210.

Di sisi lain, masuknya PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Dharma Henwa Tbk (DEWA) ke dalam LQ45 berpotensi mendorong peningkatan likuiditas, terutama dari aliran dana pasif.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,32% ke Rp 7.106 pada perdagangan kemarin, Senin (27/4). Saham BREN naik tipis 0,87% ke Rp 4.660, DSSA anjlok 8,66% ke Rp 1.845, CUAN stagnan di level Rp 1.315, dan DEWA naik 2,88% ke Rp 500.

Perubahan komposisi LQ45 ini merupakan hasil evaluasi berkala BEI yang akan berlaku untuk periode 4 Mei hingga 31 Juli 2026. Dari pengumuman perombakan indeks pekan lalu, terdapat emiten yang dikeluarkan itu merupakan penghuni HSC. BEI mengeluarkan lima emiten dalam indeks LQ45 dan memasukkan lima lainnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengakuan Tak Terduga Korban Selamat dari Peristiwa Kereta KA Argo Bromo Anggrek Tubruk KRL: Ada Orang Terjepit
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Menilik Lonjakan 50,5% Laba PTRO Kuartal I di Tengah Geliat Divestasi - Akuisisi
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 28 April 2026, Cek Syarat dan Biayanya
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Susul Ole Romeny, Dua Bintang Timnas Indonesia Terancam Terseret ke Jurang Degradasi di Eropa Musim Ini
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Cunha Absen Saat MU Redam Brentford, Ini Penjelasan Carrick
• 7 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.