Menilik Lonjakan 50,5% Laba PTRO Kuartal I di Tengah Geliat Divestasi - Akuisisi

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Emiten konglomerat Prajogo Pangestu PT Petrosea Tbk (PTRO) membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 1,38 juta atau sekitar Rp 23,83 miliar hingga kuartal pertama 2026.  

Torehan itu melonjak 50,54% year on year (yoy) dari periode yang sama 2025 sebesar US$ 920 ribu atau sekitar Rp 15,83 miliar. Berdasarkan laporan keuangannya, pendapatan anak usaha PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) itu juga naik 84,24% yoy menjadi US$ 284,13 juta atau sekitar Rp 4,89 triliun, dari periode yang sama tahun lalu US$ 154,21 juta atau sekitar Rp 2,65 triliun. 

Secara rinci, kontributor terbesar pendapatan Petrosea sepanjang kuartal pertama 2026 berasal dari segmen penambangan yang mencapai US$ 140,56 juta atau sekitar Rp 2,42 triliun (kurs Rp17.200/US$).

Segmen konstruksi dan rekayasa menyumbang pendapatan sebesar US$ 106,43 juta atau setara Rp 1,83 triliun, disusul segmen EPCI minyak bumi dan gas lepas pantai sebesar US$ 13,59 juta atau Rp 233,75 miliar.

Sementara itu, pendapatan dari jasa tercatat sebesar US$ 9,19 juta atau sekitar Rp 158,14 miliar, serta pendapatan lain-lain sebesar US$ 501 ribu atau Rp 8,62 miliar. Adapun penjualan batu bara pada waktu tertentu menyumbang pendapatan sebesar US$ 13,85 juta atau sekitar Rp 238,19 miliar.

Dari sisi pelanggan pihak ketiga, kontribusi terbesar berasal dari BP Berau Ltd sebesar US$ 70,29 juta atau Rp 1,21 triliun, diikuti PT Freeport Indonesia US$ 53,60 juta atau Rp 921,94 miliar. Lalu PT Kideco Jaya Agung sebesar US$ 50,86 juta atau Rp 874,79 miliar.

Meski begitu beban usaha PTRO melonjak menjadi US$ 247,41 juta pada kuartal pertama 2026 dari sebelumnya US$ 138,12 juta. Alhasil perusahaan mencatatkan laba kotor sebesar US$ 36,69 juta sepanjang Januari–Maret 2026.

Adapun baru-baru ini Petrosea juga melakukan sejumlah aksi baru. Pada 15 April 2026, PTRO bersama PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PPJB) terkait rencana divestasi anak usaha PT Kemilau Mulia Sakti (PTKMS). 

Dalam transaksi tersebut, Petrosea berencana menjual seluruh kepemilikannya sebanyak 507,38 juta saham atau setara 99,995% dari total modal ditempatkan dan disetor PT Kemilau Mulia Sakti kepada SINI.

Dalam laporan keuangannya, pengalihan saham  PT Kemilau Mulia Sakti ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat fokus perseroan pada bisnis inti (core business). Aksi itu juga untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengoptimalkan alokasi sumber daya demi mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

Selain itu, pada 20 April 2026 perseroan juga menandatangani Akta Convertible Note sebagai tindak lanjut investasi pada Tolu Minerals Limited. Melalui transaksi tersebut, Petrosea memiliki convertible note senilai A$ 23,75 juta yang memberikan hak untuk dikonversi menjadi 14,62 juta saham Tolu saham baru dengan harga A$ 1,625 per saham.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Calon Haji Termuda di Murung Raya Berusia 18 Tahun, Tertua 69 Tahun
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Purbaya ke Gen Z yang Mau Main Saham: Pelajari Dulu, Bukan Langsung Jago
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Amankan 2 Pelaku Penganiayaan Anggota TNI di Depok, 1 Pelaku Masih Diburu
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Mauricio Souza Klaim Inkonsistensi Persis Solo Malah Jadi Ancaman Bagi Persija, Ada Apa?
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Baru 30,7 persen daycare kantongi izin
• 8 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.