Israel Kembali Menahan Dana Palestina, Potong Rp3,4 Triliun

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Tel Aviv: Israel memutuskan untuk menahan dana kliring kepada Otoritas Palestina, dan memotong sekitar USD200 juta atau sekitar Rp3,4 triliun bulan ini.

Keputusan tersebut memperburuk krisis keuangan yang dihadapi otoritas yang berbasis di Ramallah ini.

Sebuah pernyataan dari kantor Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengklaim bahwa sebagian besar pendapatan pajak yang dikumpulkan oleh Israel atas nama Otoritas Palestina bulan ini dipotong untuk melunasi tagihan yang belum dibayar.

“Dari total lebih dari 740 juta shekel (USD248 juta) yang dikumpulkan bulan ini, pemotongan besar-besaran dengan total sekitar 590 juta shekel (USD197,7 juta) telah dilakukan,” kata pernyataan itu, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa 28 April 2026.

“Dana ini dialihkan untuk menutupi utang Otoritas Palestina yang terakumulasi kepada Perusahaan Listrik Israel, utilitas air, dan badan lingkungan,” tambah pernyataan itu.

Baca Juga :

Pasukan Israel Blokir Jalan di Tepi Barat, Lempar Kendaraan Palestina dengan Batu
Menurut pernyataan tersebut, saldo yang tersisa dibekukan dan tidak ditransfer sebagai bagian dari kebijakan yang dipimpin oleh Smotrich sejak tahun lalu “untuk memprotes langkah-langkah yang diambil oleh Otoritas Palestina terhadap Israel di lembaga-lembaga internasional.”

Dana bea cukai merujuk pada pajak yang dikenakan pada barang-barang yang diimpor ke wilayah Palestina, baik dari Israel maupun melalui perbatasan yang dikendalikan oleh Tel Aviv, yang dikumpulkan Israel atas nama Otoritas Palestina.

Sejak 2019, Israel telah memotong sejumlah dana ini karena berbagai alasan, sehingga Otoritas Palestina mengalami tekanan keuangan dan tidak mampu membayar gaji sektor publik sepenuhnya sementara utang kepada sektor swasta dan bank lokal terus menumpuk.

Pada Februari, Menteri Keuangan Palestina Istefan Salameh mengatakan Israel menahan sekitar 13 miliar shekel (USD4,4 miliar) dari dana bea cukai Palestina.

“Langkah Israel ini merupakan kelanjutan dari sikap politik dan ekonomi tegas Smotrich terhadap Otoritas Palestina,” kata Channel 7 Israel.

Keputusan Israel ini menambah penderitaan finansial yang dihadapi Otoritas Palestina dalam beberapa bulan terakhir.

“Blokade pendudukan Israel tidak terbatas pada Jalur Gaza, tetapi juga berupaya mencekik Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, melalui alat-alat politik, keamanan, dan pemukiman, di samping pemotongan dana bea cukai Palestina yang terus berlanjut,” kata Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa pada hari Minggu.

“Pemotongan ini telah meningkat selama 12 bulan terakhir, karena Israel belum mentransfer pendapatan pajak dan bea cukai apa pun ke kas Palestina,” kata Mustafa, menambahkan bahwa tindakan tersebut sama dengan ‘bentuk pendudukan lain’.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hukum Berkurban Pakai Paylater dan Pinjol, Sahkah Menurut Pandangan Islam?
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Breaking News: Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Gerbong Wanita Ringsek
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Detik Mencekam Kapten Kapal asal Gowa Disandera Perompak Somalia
• 22 jam lalueranasional.com
thumb
Perumda Pasar Jaya Siapkan Wajah Baru Pasar Santa
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dedi Mulyadi Turun Tangan Biayai Perawatan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Keluarga Akan Dapat Santunan
• 18 menit lalugrid.id
Berhasil disimpan.