Tuntutan Masih Sama, Begini Kata Amerika Serikat Soal Proposal Baru Iran

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat tengah membahas proposal baru dari Iran. Hal ini berpotensi memberikan angin segar untuk negosiasi damai kedua negara yang terlibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump membahas proposal baru itu bersama para penasihat keamanan nasionalnya. Proposal tersebut dialporkan mencakup pembukaan kembali jalur strategis dari Selat Hormuz. Ia juga disebutkan membahas penundaan pembahasan program nuklir dari Iran.

Baca Juga: Harga Bitcoin Hari Ini (28/4): Rally Kembali Dipatahkan Negosiasi Amerika Serikat-Iran

Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt tidak memberikan penilaian atas proposal tersebut, namun menegaskan bahwa tuntutan utama pihaknya tetap sama. Trump menurutnya ingin musuh menyerahkan uranium yang telah diperkaya dan membuka jalur dari Selat Hormuz.

Leavitt sendiri menegaskan bahwa pembahasan masih dalam tahap awal dan belum ada keputusan yang diambil oleh pemerintahan dari Amerika Serikat.

"Saya tidak akan mengatakan mereka sedang mempertimbangkannya. Saya hanya bisa mengatakan bahwa ada diskusi pagi ini yang tidak ingin saya dahului, dan kita akan mendengar langsung dari presiden," ujarnya.

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi perdagangan energi dunia, sehingga pembukaannya menjadi salah satu prioritas utama dalam setiap negosiasi dari Iran dan Amerika Serikat.

Pembahasan proposal ini menunjukkan bahwa jalur diplomasi masih terbuka, meskipun perbedaan posisi antara kedua negara tetap signifikan. Respons Trump akan menjadi penentu arah berikutnya, apakah menuju de-eskalasi konflik atau justru memperpanjang ketegangan di Timur Tengah.

Sebelumnya, Iran dilaporkan mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat. Proposal kali ini mencakup sejumlah hal mulai dari program nuklir, pengakhiran konflik hingga pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Proposal tersebut disampaikan melalui mediator di Pakistan. Rencana itu mencakup perpanjangan gencatan senjata agar kedua pihak memiliki waktu untuk mencapai kesepakatan damai permanen.

Baca Juga: Iran Bantah Klaim Trump, Nyatakan Siap Buat Amerika Serikat Menyesal

Dalam skema tersebut, pembahasan program nuklir akan dilakukan di tahap berikutnya, setelah adanya pencabutan blokade oleh Amerika Serikat. Proposal tersebut telah diteruskan oleh mediator Pakistan ke Gedung Putih. Namun belum ada kejelasan apakah hal tersebut akan mempertimbangkan oleh Washington.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
El Rumi & Syifa Hadju Dikabarkan Akan Gelar Pesta Intimate di Bali, Kapan?
• 2 jam lalucumicumi.com
thumb
Turnamen AAS CUP II 2026 Digelar Mei, Alumni Unhas Siap Reuni Lewat Mini Soccer
• 7 menit laluterkini.id
thumb
Bolehkah Menyembelih Hewan Kurban Sendiri? Ini Hadist dan Penjelasan Lengkapnya
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
14 Orang Meninggal Akibat Sambaran Petir di Banglades
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kumham Imipas: Konsep "port to port" solusi optimalkan PLBN Sebatik
• 18 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.