Peneliti: Reshuffle Kabinet Perlu Sentuh Akar Masalah untuk Optimalkan Kinerja

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli menilai, reshuffle kabinet dapat menjadi momentum untuk memperkuat kinerja pemerintah jika diarahkan untuk menyasar akar persoalan yang ada.

Menurut Lili, langkah perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian dari upaya evaluasi.

Namun, langkah tersebut dinilai belum sepenuhnya menjawab ekspektasi publik.

Reshuffle kabinet ini belum sesuai dengan ekspektasi publik. Padahal, publik ingin agar presiden melakukan reshuffle terhadap para menteri, wakil menteri dan kepala badan yang kinerja buruk,” kata Lili, saat dihubungi Kompas.com, Senin (27/4/2026).

Baca juga: Tak Ada yang Keluar Kabinet Prabowo di Reshuffle Penghujung April...

Ia mengatakan, salah satu persoalan mendasar dalam kabinet saat ini terletak pada penempatan pejabat yang belum sesuai dengan keahlian dan kompetensinya.

Karena itu, Lili menilai, reshuffle perlu dilakukan secara lebih komprehensif dan menyentuh aspek mendasar, bukan sekadar pergeseran posisi.

“Akar persoalan beberapa menteri, wakil menteri dan badan menjabat tidak sesuai dengan keahlian dan kompetensinya sehingga kinerjanya mengecewakan atau buruk. Mestinya mereka harus di-reshuffle oleh presiden,” kata dia.

“Namun, itu tidak dilakukan sehingga publik bisa menjadi kecewa dan bertanya-tanya. Salah satu pertanyaan adalah mengapa yang di-reshuffle hanya itu, otak-atik dan geser orang saja, tidak melakukan reshuffle secara komprehensif dan mendasar,” sambung dia.

Menurut dia, tanpa menyentuh akar persoalan, upaya perbaikan kinerja kabinet berpotensi belum optimal.

Baca juga: Karding dan Hasan Nasbi Comeback Setelah Sempat Keluar Dari Kabinet Prabowo-Gibran

“Dengan kondisi seperti itu, harapan agar kinerja kabinet membaik bisa tidak tercapai karena akar persoalannya bukan di sekitar itu,” ujar dia.

Meski demikian, Lili berharap, para pejabat yang baru dilantik tetap mampu menunjukkan kinerja yang lebih baik dan responsif terhadap aspirasi masyarakat.

“Harapan yang sekarang dilantik harus menunjukkan kinerja yang baik dan aspirasi publik menjadi perhatian, jangan diabaikan,” kata Lili.

Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto pada hari ini melantik enam pejabat baru dalam reshuffle kabinet di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta.

Baca juga: Reshuffle Kabinet, Prabowo Lantik Jumhur Hidayat Jadi Menteri Lingkungan Hidup

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Enam pejabat yang dilantik yakni Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia, serta Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI.

Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Para pejabat yang dilantik diambil sumpahnya untuk setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta menjalankan peraturan perundang-undangan dengan penuh tanggung jawab.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PKP berkoordinasi dengan BPK, pastikan program perumahan tepat sasaran
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Bus Shalawat 24 Jam Siap Layani Jemaah Indonesia di Makkah
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Performa Bisnis Mulai Pulih, Krakatau Steel (KRAS) Kantongi Pendapatan USD262,4 juta
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Daftar Korban Luka Tabrakan Kereta yang Masih Dirawat di RSUD Kota Bekasi
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Jenazah Praka Rico Pramudia Dibawa ke Jakarta Sebelum Dipulangkan ke Medan
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.