Bisnis.com, BATAM — PT Bank Sumut meresmikan relokasi Kantor Cabang Batam di Ruko Raflesia Business Centre, Senin (27/4/2026), yang dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama layanan jasa perbankan bersama Pemerintah Kota Batam serta peresmian Halte Raflesia Bank Sumut.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah dan Wali Kota Batam Amsakar Achmad, serta sejumlah pemangku kepentingan dan pelaku usaha.
Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara pihaknya dengan Pemerintah Kota Batam, termasuk dukungan dari regulator seperti Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.
Ia menilai Batam sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, yang mencapai sekitar 6,76% pada akhir 2025.
“Bank Sumut ingin menjadi bagian dari perjalanan tersebut, tidak hanya sebagai bank daerah, tetapi juga sebagai mitra strategis yang menjembatani kebutuhan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujarnya.
Heru menambahkan, Bank Sumut akan terus memperkuat layanan digital, terutama dalam mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Baca Juga
- Layanan Digital Diperkuat, Bank Sumsel Babel Bidik Akses Keuangan Merata
- Pajak Restoran Langsung Masuk Kas Daerah, Bank Sumut Dukung QRESTO Optimalkan PAD
Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan adalah sistem pembayaran pajak restoran berbasis kode QR yang terintegrasi secara otomatis, sehingga mampu meningkatkan transparansi dan efisiensi penerimaan daerah.
“Ke depan, digitalisasi penerimaan daerah akan terus kami dorong, termasuk kemudahan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),” katanya.
Selain peresmian kantor cabang, Bank Sumut juga meresmikan Halte Raflesia yang berada di depan kantor sebagai bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas layanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa Batam tetap menjadi daerah yang prospektif bagi investasi, didukung berbagai insentif seperti kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, serta keberadaan sejumlah kawasan ekonomi khusus.
Ia menyebutkan, realisasi investasi Batam pada 2026 mencapai Rp69,3 triliun atau 115,5% dari target. Sementara pada triwulan pertama 2026, realisasi investasi telah mencapai Rp17,5 triliun, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan iklim investasi di Batam tetap kondusif dan tata kelola daerah berjalan dengan baik.
Amsakar berharap kehadiran Bank Sumut di Batam dapat semakin memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Bank Sumut diharapkan dapat memainkan peran strategis dalam mendukung dunia usaha dan memperkuat dinamika ekonomi Batam,” ujarnya.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Bank Sumut dan Pemerintah Kota Batam optimistis kolaborasi yang terjalin dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.





