Harga bitcoin kembali melemah pada perdagangan pagi hari di Selasa (28/4). Ia kembali gagal dalam melanjutkan rally untuk menembus level dari US$80.000. Hal ini menyusul belum adanya kepastian negosiasi damai dari Amerika Serikat dan Iran.
Dikutip dari Coinmarketcap, harga bitcoin baru-baru ini turun ke kisaran US$76.000. Ia gagal menembus level resistensi atasnya seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi geopolitik global.
Baca Juga: Kripto Masih Rawan? Analis Buka Suara Soal Skenario Harga Bitcoin Jatuh ke US$40.000
Pelemahan terjadi di tengah ketidakpastian negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, Iran dilaporkan mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat. Proposal kali ini mencakup sejumlah hal mulai dari program nuklir, pengakhiran konflik hingga pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Proposal tersebut disampaikan melalui mediator di Pakistan. Rencana itu mencakup perpanjangan gencatan senjata agar kedua pihak memiliki waktu untuk mencapai kesepakatan damai permanen.
Dalam skema tersebut, pembahasan program nuklir akan dilakukan di tahap berikutnya, setelah adanya pencabutan blokade oleh Amerika Serikat. Proposal tersebut telah diteruskan oleh mediator Pakistan ke Gedung Putih. Namun belum ada kejelasan apakah hal tersebut akan mempertimbangkan oleh Washington.
Adapun Juru Bicara Gedung Putih, Olivia Wales mengatakan bahwa pihaknya akan menggelar pertemuan untuk membahas langkah selanjutnya. Namun pembicaraan bersifat sensitif dan tidak dapat dikemukakan melalui media.
"Ini adalah diskusi diplomatik yang sensitif dan kami tidak akan bernegosiasi melalui pers," ujarnya.
"Amerika Serikat memegang kendali dan hanya akan menyetujui kesepakatan yang mengutamakan kepentingan rakyat, serta tidak akan pernah membiarkan mereka memiliki senjata nuklir," tegasnya.
Meski belum ada keputusan resmi, proposal ini menunjukkan adanya upaya baru untuk meredakan konflik yang telah berdampak luas terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global. Langkah selanjutnya akan menjadi penentu arah negosiasi, apakah menuju de-eskalasi atau justru memperpanjang ketegangan di Timur Tengah.
Di sisi teknikal, pergerakan harga bitcoin menunjukkan pasar masih kesulitan membangun momentum kenaikan. Analis Bitfinex mencatat bahwa investor jangka pendek yang sudah mencetak keuntungan memilih menjual saat harga naik, sehingga menahan laju kenaikan meski ada permintaan dari institusi.
Pembelian dari exhange-traded funds dan perusahaan pembeli bitcoin belum mampu sepenuhnya menahan tekanan jual dalam pasar. Bitfinex menilai level resistensi baru-baru ini menjadi batas penting untuk menentukan arah tren berikutnya.
"Pergerakan paling mungkin dalam jangka pendek adalah konsolidasi atau koreksi ke area US$75.000. US$80.000 diperlukan untuk mengonfirmasi tren bullish yang lebih kuat," kata Bitfinex.
Baca Juga: Michael Saylor: Crypto Winter Berakhir, Bitcoin Siap Masuk Fase Baru
Pergerakan bitcoin juga dalam waktu dekat diperkirakan masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan sentimen makro ekonomi. Dengan volatilitas yang tinggi dan ketidakpastian global, investor disarankan untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dalam pasar kripto.




