BEKASI, KOMPAS.com - Rekayasa operasi KRL diberlakukan pada Selasa (28/4/2026) pagi setelah tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam.
KAI Commuter melalui akun X @commuterline pada pukul 09.34 WIB menyampaikan penyesuaian pola operasi untuk sejumlah perjalanan KRL relasi Cikarang.
Dalam pembaruan tersebut, beberapa perjalanan KRL dari arah Jakarta menuju Cikarang hanya dioperasikan sampai Stasiun Bekasi, kemudian kembali ke arah asal.
Rinciannya sebagai berikut:
- KA 5048D (Angke-Cikarang) Perjalanan hanya sampai Stasiun Bekasi, kembali sebagai KA 5079B (Bekasi-Angke).
- KA 5520 (Kampung Bandan-Cikarang) Perjalanan hanya sampai Stasiun Bekasi, kembali sebagai KA 5085B (Bekasi-Angke).
- KA 5050C (Angke-Cikarang) Perjalanan hanya sampai Stasiun Bekasi, kembali sebagai KA 5531C (Bekasi-Kampung Bandan).
KAI Commuter menyatakan rekayasa ini dilakukan seiring proses evakuasi yang masih berlangsung di lokasi kejadian.
Untuk informasi perkembangan rekayasa pola operasi dapat dipantau di media sosial resmi Commuter Line, atau aplikasi KAI.
Baca juga: Kesaksian Penumpang Detik-detik Tabrakan KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur
19 KA Jarak Jauh DibatalkanDampak insiden juga meluas ke perjalanan kereta api jarak jauh. PT KAI Daop 1 Jakarta membatalkan 19 perjalanan KA dari dan menuju Jakarta.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan pembatalan merupakan bagian dari penyesuaian operasional di lintas Daop 1.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat gangguan perjalanan kereta api ini,” ujar Franoto dalam keterangan tertulis.
Pembatalan berdampak pada perjalanan dari dan menuju Stasiun Gambir serta Stasiun Pasar Senen.
- KA dari Gambir:
- KA 58F-59F Purwojaya (Gambir – Cilacap)
- KA 138 Parahyangan (Gambir – Bandung)
- KA 20A Argo Muria (Gambir – Semarang Tawang)
- KA 2B Argo Bromo Anggrek (Gambir – Surabaya Pasar Turi) - KA menuju Gambir
- KA 117B Gunungjati (Cirebon – Gambir)
- KA 56F-53F Purwojaya (Cilacap – Gambir)
- KA 17 Argo Sindoro (Semarang Tawang – Gambir)
- KA 61B Manahan (Solo Balapan – Gambir)
- KA 29F Argo Anjasmoro (Surabaya Pasar Turi – Gambir)
- KA 137 Parahyangan (Bandung – Gambir)
- KA 21A Argo Muria (Semarang Tawang – Gambir)
- KA 3B Argo Bromo Anggrek (Surabaya Pasar Turi – Gambir) - KA menuju Pasar Senen (Jakarta):
- KA 143B Madiun Jaya (Madiun – Pasar Senen)
- KA 75B Mataram (Solo Balapan – Pasar Senen)
- KA 163 Gumarang (Surabaya Pasar Turi – Pasar Senen)
- KA 149 Singasari (Blitar – Pasar Senen)
- KA 94-91 Jayabaya (Malang – Pasar Senen)
- KA 257 Progo (Lempuyangan – Pasar Senen)
- KA 175 Menoreh (Semarang Tawang – Pasar Senen)
KAI memastikan pelanggan yang terdampak berhak mendapatkan pengembalian bea tiket 100 persen di luar biaya pemesanan, dengan masa pengajuan hingga tujuh hari.
Baca juga: 52 Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Dirawat di RSUD Kota Bekasi, Ini Daftarnya
Update Jumlah KorbanSebelumnya, tabrakan terjadi antara KRL jurusan Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi sekitar pukul 20.52 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur.
Per Selasa pukul 07.00 WIB, tercatat 7 penumpang KRL meninggal dunia dan 81 orang lainnya mengalami luka-luka.
Korban telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, dan RS Hermina.
Selain itu, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.
Hingga saat ini, proses evakuasi dan penanganan di lokasi masih berlangsung, sementara operasional perjalanan kereta di lintas tersebut dilakukan secara terbatas dengan mengutamakan keselamatan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




