Prabowo tegaskan pemerintah investigasi tabrakan kereta di Bekasi

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah segera melakukan investigasi terkait tabrakan antara kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam.

Hal tersebut disampaikan Presiden usai menjenguk para korban yang saat ini dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Bekasi, Jawa Barat, Selasa pagi.

"Kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana," kata Prabowo, dipantau dari tayangan langsung YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo mengatakan langkah investigasi dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti insiden yang menimbulkan korban tersebut.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menyampaikan duka cita yang mendalam atas korban jiwa dalam peristiwa tersebut serta menginstruksikan agar seluruh korban luka mendapatkan perawatan optimal hingga pulih.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

"Tapi secara garis besar memang kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga ya. Kita segera akan atasi,” ujarnya.

Prabowo memastikan para korban mendapatkan penanganan medis terbaik serta memberikan dukungan moril kepada pasien dan keluarga yang terdampak.

Baca juga: Prabowo sampaikan belasungkawa ke korban kecelakaan kereta di Bekasi

Baca juga: Prabowo jenguk korban kecelakaan kereta di RSUD Bekasi

Presiden juga menerima laporan langsung dari jajaran terkait mengenai perkembangan penanganan korban pascakejadian. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menangani insiden ini secara cepat, tepat, dan menyeluruh.

Presiden Prabowo menjenguk korban kecelakaan tabrakan kereta api yang dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Selasa pagi. Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 08.39 WIB.

Presiden kemudian langsung menuju poli bedah, dilanjutkan menuju ruang perawatan Bougenville. Prabowo sempat berinteraksi dengan korban yang tengah dirawat.

Sebelumnya, terjadi kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia.

Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

KAI menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait korban dan penumpang. Keluarga dapat menghubungi Contact Center KAI 121.

Untuk sementara waktu, Stasiun Bekasi Timur belum melayani naik dan turun penumpang. Perjalanan KRL dilayani hingga Stasiun Bekasi, sementara jalur hilir telah dibuka untuk operasional kereta api dengan pengaturan terbatas.

Baca juga: KAI pastikan seluruh biaya pengobatan-pemakaman korban ditanggung

Baca juga: Transjakarta sediakan bus dari Stasiun Bekasi Timur ke Stasiun Bekasi

Baca juga: Tim SAR fokus pencarian dan evakuasi korban yang masih di dalam kereta


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Masuk Kabinet Lagi, Prabowo Lantik Hasan Nasbi Jadi Penasihat Khusus Presiden
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Post-evidentiary Runtuhnya No Pict Hoax
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Rogoh Rp4 Triliun Bangun Pos Jaga hingga Flyover di Perlintasan Kereta Api
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
OJK Sebut Demutualisasi Bursa Efek Berpotensi Masuk Revisi UU P2SK untuk Perkuat Tata Kelola Pasar Modal
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Alasan Keamanan, Sidang Korupsi PM Israel Benjamin Netanyahu Kembali Ditunda
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.