BMKG Ungkap Pola Cuaca saat Pancaroba: Pagi Terik, Sore Diguyur Hujan Lebat

kompas.tv
16 jam lalu
Cover Berita
Sejumlah pengendara menerobos hujan di Makassar, Sulawesi Selatan. (Sumber: ANTARA FOTO/Arnas Padda)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah Indonesia mengalami kondisi langit terik sejak pagi hingga siang, namun tiba-tiba diguyur hujan lebat pada sore hingga malam. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan, pola cuaca ekstrem khas masa pancaroba ini masih akan berlanjut dan perlu diwaspadai karena sifatnya yang tidak menentu.

BMKG mencatat, selama periode 24-26 April 2026, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia. 

Namun, sejumlah daerah mencatat curah hujan tinggi hingga kategori lebat bahkan sangat lebat. 

Papua Selatan menjadi wilayah dengan curah hujan tertinggi mencapai 112,6 mm per hari, diikuti Nusa Tenggara Barat sebesar 70,5 mm per hari.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Besok Selasa 28 April 2026: Hujan Lebat Ancam NTB hingga Maluku

Hujan lebat juga tercatat di Sumatera Barat (63,4 mm per hari), Kepulauan Bangka Belitung (63,1 mm per hari), Nusa Tenggara Timur (56,5 mm per hari), Papua Tengah (54,1 mm per hari), serta Sulawesi Selatan (50,4 mm per hari). 

Data ini menunjukkan hujan masih aktif terjadi meski suhu udara pada siang hari terasa sangat panas. Menurut BMKG, kondisi tersebut dipicu kombinasi dinamika atmosfer yang masih aktif. 

Gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) berperan dalam meningkatkan pertumbuhan awan hujan. 

Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) juga berkontribusi terhadap pembentukan awan secara spasial di sejumlah wilayah Indonesia.

Sirkulasi siklonik yang terpantau di perairan dan pesisir barat Sumatera serta Kalimantan Barat turut memperkuat kondisi tersebut. 

Sistem ini memicu terbentuknya daerah pertemuan angin atau konvergensi dan konfluensi, yang pada akhirnya meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan di wilayah yang dilintasi.

Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia

Selain faktor atmosfer skala besar, pemanasan permukaan pada siang hari yang cukup tinggi juga menjadi pemicu utama terbentuknya awan konvektif. 

Ditambah dengan kelembapan udara yang masih tinggi di lapisan bawah atmosfer, kondisi ini membuat hujan mudah terbentuk pada sore hingga malam hari, dengan karakter lokal, durasi singkat, namun intensitas cukup lebat.

Suhu Panas Ekstrem di Siang Hari

Di tengah potensi hujan, suhu udara di sejumlah wilayah Indonesia justru tercatat cukup tinggi. 

BMKG mencatat suhu maksimum harian mencapai 37,0 derajat Celsius di Kalimantan Barat, menjadi yang tertinggi dalam periode 24-26 April 2026.

Suhu panas juga terjadi di Sumatera Utara (36,3°C), Sulawesi Tengah (36,2°C), Banten dan Kalimantan Tengah (36,0°C), Bengkulu (35,8°C), Lampung (35,5°C), serta Kalimantan Selatan (35,3°C).

Kondisi suhu panas ini dipengaruhi posisi semu matahari yang berada di sekitar garis khatulistiwa, sehingga intensitas radiasi matahari menjadi sangat tinggi di wilayah Indonesia. 

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • cuaca pancaroba BMKG
  • pagi panas sore hujan
  • cuaca ekstrem April 2026
  • dinamika atmosfer BMKG
  • pancaroba
  • musim kemarau
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diakui di Amerika Serikat dan Inggris, KLTC Perkuat Posisi sebagai Lembaga Pengembangan SDM Berstandar Global
• 11 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Cerita Keluarga Korban Kecelakaan Kereta, Nuryati Meninggal Terpental Jatuh di Perlintasan
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Cerita Ibu Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi: Mama, Tolong
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
3 Dekade Otonomi Daerah: Cerita Raja Kecil, Ketergantungan APBN, hingga Efisiensi
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Update Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: 74 Korban Luka dan 4 Meninggal, Ini Kronologi Lengkapnya
• 20 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.