Respons Ledakan Konten AI, Taylor Swift Ajukan Merek Dagang atas Suaranya

tabloidbintang.com
8 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Taylor Swift dilaporkan telah mengajukan permohonan ke kantor Hak Kekayaan Intelektual Amerika Serikat untuk mendaftarkan merek dagang atas suaranya. Langkah ini mengikuti jejak aktor Matthew McConaughey, di tengah meningkatnya konten yang dihasilkan oleh akal imitasi (AI).

Swift mengirimkan dua rekaman suara ke United States Patent and Trademark Office (USPTO). Dalam rekaman tersebut, ia membuka dengan kalimat “Hey, ini Taylor” dan mengumumkan perilisan album terbarunya, The Life of a Showgirl, yang dirilis pada awal Oktober.

Selain itu, dokumen lain yang diajukan ke USPTO pada 24 April juga mencakup foto sang artis saat tampil di atas panggung. Pengajuan ini pertama kali diketahui publik melalui pengacara kekayaan intelektual Josh Gerben.

Sejauh ini, tidak ada rincian lebih lanjut mengenai isi pengajuan tersebut. Saat dihubungi AFP, pihak perwakilan Taylor Swift belum memberikan tanggapan.

Sementara itu, McConaughey sebelumnya juga telah mengajukan perlindungan serupa ke USPTO, sebagai langkah antisipasi terhadap penggunaan suaranya tanpa izin oleh model AI. Pengajuan tersebut mencakup rekaman suara ikoniknya seperti “Alright, alright, alright!” dari film Dazed and Confused, serta kalimat “Just keep livin’, right?” yang diikuti beberapa frasa pendek lainnya.

Perkembangan teknologi AI kini memungkinkan sintesis suara hanya dalam hitungan detik dari potongan audio singkat—berbeda dengan beberapa tahun lalu yang membutuhkan rekaman panjang dan waktu pemrosesan berhari-hari.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan artis terkait penggunaan citra dan suara mereka secara tidak terkendali oleh platform AI. Sejumlah negara bagian di AS bahkan telah mengesahkan undang-undang yang melarang praktik tersebut, meski sebagian besar hanya berlaku untuk kasus eksploitasi berbahaya atau komersial.

Salah satu regulasi yang memberikan perlindungan lebih luas adalah ELVIS Act yang disahkan oleh legislatif negara bagian Tennessee pada 2024.

Meski demikian, hanya sedikit figur publik yang memilih jalur hukum untuk menegaskan hak mereka. Salah satu kasus paling menonjol datang dari aktris Scarlett Johansson, yang pada 2023 menggugat aplikasi Lisa AI karena menciptakan avatar berbasis AI yang menyerupai dirinya tanpa izin untuk keperluan iklan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenhub Akan Panggil Pengelola Taksi Green SM soal Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Satu Korban Terjebak Tabrakan Kereta di Bekasi Berhasil Dievakuasi
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Waketum Golkar Dukung Usulan KPK Batasi Uang Kartal di Sistem Politik
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Arema FC vs Persebaya Tayang Jam Berapa? Cek Jadwal, Prediksi Pemain, Siaran Langsung, dan Link Live Streaming
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Prabowo Soroti Perlintasan Berbahaya Usai Kecelakaan KA di Bekasi Timur, Setujui Rp4 Triliun Bangun Flyover
• 9 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.