Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang kian kompleks. Hal itu disampaikannya saat membuka Forum Bisnis Daerah 2026 di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin, 27 April 2026.
Menurut Rano, forum yang diinisiasi HIPMI Jaya tersebut menjadi ruang strategis untuk merumuskan langkah bersama dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
"Ini merupakan ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang semakin kompleks," ujar Rano dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Pemprov DKI Jakarta, pada Selasa, 28 April 2026.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui penyederhanaan perizinan serta pemberian insentif fiskal guna mendorong investasi.
Selain itu, berbagai program juga telah disiapkan untuk menumbuhkan kewirausahaan dan membuka peluang kerja, di antaranya Jakarta Entrepreneur, job fair, mobile training unit, hingga Transjakarta Academy.
Kemudian Rano menilai, peran HIPMI Jaya sangat strategis dalam mendorong inovasi dan meningkatkan daya saing pelaku usaha, khususnya generasi muda. Karena itu, ia berharap forum ini dapat melahirkan gagasan konkret yang memperkuat kolaborasi lintas sektor.
"Forum ini diharapkan melahirkan gagasan konkret yang memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan," ucapnya.
Lebih lanjut, Rano mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat sinergi dan inovasi demi mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Diketahui, Jakarta tengah mengakselerasi langkah untuk masuk dalam jajaran 50 kota global pada 2030. Upaya tersebut didukung kinerja ekonomi yang positif, dengan pertumbuhan mencapai 5,21 persen secara tahunan serta kontribusi 16,61 persen terhadap perekonomian nasional.
Di sisi lain, realisasi investasi di Jakarta pada 2025 mencapai Rp270,09 triliun. Capaian ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi dan stabilitas iklim usaha di Ibu Kota.
Editor: Redaktur TVRINews





