BEKASI - Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memastikan bahwa seluruh korban yang dievakuasi dalam tragedi tabrakan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur merupakan perempuan.
Hal itu diungkapkan saat sesi wawancara cegat bersama awak media di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026).
“Seratus persen yang kita evakuasi perempuan,” kata Syafii.
Ia menegaskan bahwa seluruh korban telah diserahkan kepada tim medis untuk dirujuk ke rumah sakit terdekat, salah satunya adalah RSUD Kota Bekasi.
“Jadi, seluruh korban yang kita evakuasi, baik itu secara langsung maupun dengan proses ekstrikasi, semuanya kita serahkan ke tim medis yang langsung dirujuk ke rumah sakit yang sudah ditentukan,” ucap beliau.
Disinggung terkait identitas korban, Syafii mengungkapkan bahwa hal tersebut bukanlah kewenangannya. Oleh karena itu, ia tidak bisa mengidentifikasi atau merilis identitas korban kepada publik.
“Tentunya bukan saya yang memiliki kewenangan terkait dengan identitas korban dari hasil operasi SAR yang kita laksanakan,” pungkasnya.
(Rahman Asmardika)




