Harga CPO Melemah, Tertekan Minyak Dalian

idxchannel.com
14 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak sawit (CPO) melemah pada perdagangan Selasa (28/4/2026) siang, di tengah tarik-menarik sentimen global.

Harga CPO Melemah, Tertekan Minyak Dalian. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak sawit (CPO) melemah pada perdagangan Selasa (28/4/2026) siang, di tengah tarik-menarik sentimen global.

Dukungan dari penguatan harga minyak mentah dan minyak kedelai Chicago belum mampu sepenuhnya menahan tekanan dari pelemahan minyak nabati di pasar Dalian.

Baca Juga:
Uji B50 Masuk Tahap Akhir, Penggunaannya Kini Diuji pada Sektor Kereta Api

Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juli di Bursa Malaysia Derivatives turun 0,79 persen menjadi 4.498 ringgit per ton pada pukul 11.45 WIB. Pada sehari sebelumnya, kontrak ini juga telah melemah 1,37 persen.

Pergerakan harga terjadi seiring tren beragam di pasar minyak nabati global.

Baca Juga:
IHSG Melemah 7 Hari Beruntun, Simak Penyebab dan Proyeksinya

Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian tercatat turun 0,12 persen, sementara kontrak minyak sawitnya melemah 0,65 persen. Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade menguat tipis 0,27 persen.

Sebagai komoditas yang bersaing di pasar minyak nabati global, harga CPO cenderung mengikuti dinamika harga minyak pesaingnya, seperti minyak kedelai.

Baca Juga:
Harga Pangan Hari Ini Kompak Naik, Cabai Rawit Merah Tembus Rp165.000 per Kg

Di sisi lain, harga minyak mentah melanjutkan kenaikan karena upaya mengakhiri konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran belum menunjukkan kemajuan.

Penutupan sebagian Selat Hormuz masih membatasi pasokan energi dari kawasan Timur Tengah ke pasar global.

Kenaikan harga minyak mentah ini turut meningkatkan daya tarik CPO sebagai bahan baku biodiesel, sehingga memberikan sentimen penopang bagi harga.

Namun, penguatan mata uang ringgit Malaysia terhadap dolar AS sebesar 0,08 persen membuat harga CPO menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri, sehingga berpotensi menekan permintaan.

Dari sisi pasokan, perusahaan sawit pelat merah Indonesia, Agrinas Palma Nusantara, memperkirakan produksi CPO pada 2026 mencapai sekitar 2 juta ton, hampir dua kali lipat dari estimasi sebelumnya sebesar 1,07 juta ton.

Sementara itu, data survei kargo menunjukkan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1-25 April turun sekitar 15,7 persen hingga 16,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya, menandakan lemahnya permintaan global dalam jangka pendek. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perang AS-Iran Tekan Uni Eropa, Biaya Impor Energi Naik 27 Miliar Euro
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Lewat Deadline Lapor SPT 30 April, Segini Besaran Dendanya!
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bupati Ogan Ilir Ajak Masyarakat Saksikan Piala Dunia di TVRI Nasional
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Update Korban Kecelakaan Bekasi: 10 Jenazah Teridentifikasi, Total Tewas 15 Orang
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Susi Pudjiastuti jadi komut dan Ayi Subarna menjabat Dirut BJB
• 6 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.