Pengamat Nilai Evaluasi Bertahap Kunci Optimalisasi Program MBG

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRINews

TVRINews, Samarinda

Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih tergolong baru dinilai memerlukan proses evaluasi secara bertahap. Hal ini seiring dengan pelaksanaan program yang dilakukan secara luas dalam waktu relatif cepat, sehingga membutuhkan penyesuaian untuk memastikan distribusi merata dan kualitas gizi tepat sasaran bagi masyarakat.

Sejumlah langkah proaktif mulai dilakukan, di antaranya penguatan rantai pasok pangan lokal, digitalisasi sistem pemantauan guna meminimalisir kendala di lapangan, serta penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP) penyajian makanan agar tetap higienis.

Upaya perbaikan berkelanjutan ini menjadi komitmen penting dalam menjaga keberlangsungan program MBG sebagai instrumen strategis untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara nasional.

Pengamat kesehatan masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Ferry Fadzlul Rahman, menekankan bahwa evaluasi harus berjalan seiring dengan tahapan uji coba operasional.

Menurutnya, aspek pemenuhan standar kelayakan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk sertifikasi laik sehat, menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

"Tahapan-tahapan tersebut, perbaikan program seharusnya dilakukan secara berkelanjutan agar kualitas layanan terus meningkat," ujar Ferry, Selasa, 28 April 2026.

Ia menambahkan, penguatan pengawasan serta kepatuhan terhadap standar menjadi faktor kunci agar program dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Melalui evaluasi yang konsisten, program MBG diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjamin keamanan serta kelayakan bagi masyarakat.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Airlangga Bakal Bahas Stimulus Atasi Harga Plastik Besok
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Israel Rilis Video Penghancuran Infrastruktur Hizbullah, Gencatan Senjata Dipertanyakan | BERUT
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Pengakuan Seorang Ayah yang Titipkan Anak di Daycare Little Aresha: Nangis, Tapi Sampai Sekolah Jadi Diam
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Pastikan Hunian Layak, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Sorong
• 18 jam lalukompas.com
thumb
LHKPN Kepala Barantin yang Baru Dilantik, Abdul Kadir Karding: Rp 16 M
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.