Polda Jawa Timur menggandeng Suara Surabaya Media dalam menggelar pelatihan peningkatan skill komunikasi publik yang diikuti bidang humas jajaran polda, Selasa (28/4/2026).
Dalam acara yang masuk dalam program Suara Surabaya Academy itu, Eddy Prastyo Pemimpin Redaksi Suara Surabaya menegaskan pentingnya komunikasi empati dalam praktik kehumasan di institusi kepolisian.
Menurutnya, komunikasi empati menjadi pintu masuk utama dalam melayani masyarakat dan menjaga kondusifitas Provinsi Jawa Timur yang menjadi tugas bersama media.
“Jika Jawa Timur aman dan nyaman, semua sektor akan tumbuh, termasuk kesejahteraan masyarakatnya. Inilah tugas bersama kita,” ujarnya.
Selain itu, Eddy menyebut bahwa pelatihan komunikasi publik ini juga menjadi upaya membentengi ruang digital dari ancaman narasi negatif yang destruktif karena salah satu fokus pelatihan adalah membahas tantangan sosial media.
Pemimpin redaksi Suara Surabaya Media itu mengungkapkan bahwa tantangan komunikasi saat ini telah bergeser dibanding satu dekade lalu.
Menurutnya dengan kemajuan teknologi, publik bukan lagi sekadar konsumen berita melainkan produsen yang kemudian memberi dampak signifikan terhadap arus informasi yang tidak tersaring.
“Dampaknya luar biasa ada demokratisasi suara, tapi di sisi lain, banyak informasi liar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Eddy.
Dalam kesempatan itu, Eddy juga menyebut adanya pihak-pihak freelance yang memiliki keahlian algoritma sekaligus kemampuan komunikasi untuk membentuk opini publik yang bias di media sosial.
Kondisi tersebut menurutnya dapat mempengaruhi pranata sosial dan berdampak pada kebenaran informasi.
“Bayangkan jika polisi, negara, dan media massa tidak punya kemampuan yang sama untuk menangkal ini. Jika orang-orang baik justru jatuh ke pihak yang salah, pranata sosial kita bisa rusak,” ungkapnya.
Eddy menegaskan bahwa penguasaan public speaking saja kini tidak lagi cukup. Menurutnya, personel kepolisian harus naik kelas menuju kemampuan manajemen krisis.
Untuk itu, Eddy memastikan para mentor Suara Surabaya Academy akan berbagi pengalaman best practice dalam menangani krisis informasi.
“Kami di Suara Surabaya mensistematisasikan pengalaman best practice kami selama puluhan tahun untuk dibagikan kepada rekan-rekan kepolisian agar tidak tergagap-gagap saat krisis informasi terjadi,” tandasnya.(wld/ham)




