Pantau - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat investasi melalui kebijakan strategis guna mengantisipasi dampak gejolak global terhadap perekonomian dan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Strategi Penguatan Investasi dan Stabilitas EkonomiKetua Umum Kadin DKI Jakarta Diana Dewi menekankan pentingnya kebijakan pro-bisnis dengan melibatkan pelaku usaha dalam perumusan kebijakan ekonomi daerah.
"Memperkuat investasi melalui kebijakan strategis. Dalam hal ini, pemerintah bisa melibatkan Kadin DKI Jakarta sebagai mitra utama dalam pembuatan kebijakan ekonomi yang pro-bisnis," ujarnya.
Ia juga menyoroti perlunya menjaga stabilitas ekonomi melalui penguatan kolaborasi untuk mengendalikan harga bahan pokok serta menekan inflasi.
Selain itu, pengamanan pangan dinilai penting melalui pemanfaatan teknologi guna memastikan ketersediaan dan kualitas pasokan, termasuk pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kolaborasi dan Investasi Hijau Jadi FokusUpaya lain yang didorong meliputi percepatan dekarbonisasi melalui penggunaan kendaraan listrik, penguatan peran UMKM sebagai motor ekonomi, serta peningkatan kemitraan dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Sementara itu, realisasi investasi di Jakarta tercatat mencapai Rp270,09 triliun yang menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di ibu kota.
Pemprov DKI Jakarta juga telah berkomitmen menyederhanakan perizinan dan memberikan insentif fiskal untuk mendorong investasi, termasuk menjajaki kerja sama di sektor infrastruktur hijau bersama All-China Environment Federation.
Kontribusi investasi asing dari Tiongkok tercatat mencapai 7,5 miliar dolar AS secara nasional pada 2025 dan 483 juta dolar AS di Jakarta, yang dinilai masih memiliki peluang untuk ditingkatkan.




