Bisnis.com, PEKANBARU — PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) II Dumai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Dumai pada 2026 melalui penguatan personel, peralatan, dan koordinasi lintas lembaga.
Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui Apel Siaga Pengendalian Karhutla 2026 yang digelar di Lapangan Bapor Komplek Perumahan Pertamina (Komperta) Bukit Datuk. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 500 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta unsur perusahaan.
General Manager Kilang Dumai, Iwan Kurniawan, mengatakan pengendalian karhutla menjadi aspek penting karena berpengaruh terhadap lingkungan sekaligus operasional kilang yang termasuk objek vital nasional.
“Karhutla merupakan risiko nyata yang harus diantisipasi secara serius karena berdampak langsung terhadap keandalan operasional dan keselamatan lingkungan serta masyarakat. Dampak asap dapat mengganggu kesehatan pekerja dan aktivitas operasional,” ujarnya Senin (27/4/2026).
Menurutnya, melalui fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), perusahaan memperkuat kesiapsiagaan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, peralatan, serta sistem respons di lapangan.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam menghadapi potensi karhutla, terutama menjelang musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño.
Baca Juga
- PHR Siagakan Personel dan Alat Berat Antisipasi Karhutla di Riau
- Hadapi Ancaman Kemarau Panjang dan Krisis Energi, Pemerintah Siapkan Bantuan bagi Petani
“Peran swasta sangat dibutuhkan untuk memperkuat upaya pengendalian karhutla bersama TNI/Polri, BPBD, dan masyarakat,” tegasnya.
Sepanjang 2026, Kilang Dumai mencatat telah menangani sejumlah titik karhutla di wilayah Dumai, antara lain di Tanjung Palas, Parit Paman, dan Kelurahan Bukit Timah. Penanganan dilakukan oleh tim Fire Brigade dengan dukungan armada Auxiliary Fire Truck (AFT) serta suplai air lebih dari 10 kali pengiriman dengan kapasitas 5.000–6.000 liter per trip.
Perusahaan juga menyalurkan bantuan peralatan penanggulangan karhutla. Pada Maret 2026, dua unit nozzle gambut diserahkan kepada Polres Dumai. Sebelumnya, BPBD Dumai juga menerima bantuan 10 unit nozzle gambut, tiga pompa portabel, dan lima selang pemadam.
Nozzle gambut merupakan alat yang digunakan untuk menginjeksikan air ke dalam tanah guna memadamkan api bawah permukaan.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama agar pengendalian karhutla dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” tutupnya.




