Tekan Limbah, UAD Gencarkan Gerakan Minim Plastik

tvrinews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Oseani Putri

TVRINews, Yogyakarta

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meluncurkan Gerakan UAD Minim Plastik sebagai langkah konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menekan produksi sampah plastik di lingkungan kampus.

Peluncuran gerakan ini menjadi respons atas krisis sampah yang melanda Yogyakarta, terutama pasca penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan.

UAD berkomitmen tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi melalui percepatan pengolahan sampah berbasis inovasi yang efisien dan terjangkau.

Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, menyampaikan bahwa universitas terus mengembangkan berbagai inisiatif menuju kampus berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari ketersediaan fasilitas, tetapi juga perubahan pola pikir seluruh civitas akademika. Hal itu disampaikannya saat peluncuran di Hall Kampus 4 UAD, Senin, 27 April 2026.

"Esensi utamanya adalah transformasi pola pikir agar meninggalkan gaya hidup instan dan beralih ke prinsip hidup berkelanjutan," ujarnya  dalam keterangan yang diterima tvrinews.com pada Selasa, 28 April 2026.

Muchlas menegaskan, UAD menargetkan penurunan signifikan residu sampah plastik melalui regulasi yang lebih terstruktur. Salah satunya dengan mendorong penggunaan wadah non-plastik di lingkungan kampus.

"Semua wadah konsumsi akan kami dorong menggunakan bahan non-plastik. Setiap unit tidak menyediakan tempat makanan berbahan plastik. Secara individual, kami juga menghimbau penggunaan tumbler dan wadah makan sendiri untuk mengurangi sampah sekali pakai," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Sarana dan Prasarana UAD, Zahrul Mufrodi, menyatakan kesiapan pihak kampus dalam mendukung gerakan ini melalui penguatan infrastruktur pengelolaan sampah. Ia menyebutkan, upaya yang telah dilakukan berhasil menurunkan limbah plastik hingga 25 persen.

Gerakan ini juga mendapat respons positif dari mahasiswa. Ayesha, mahasiswi semester dua UAD, menilai kesadaran mahasiswa terhadap bahaya sampah plastik kini semakin meningkat.

"Menurut saya ini baik dan efisien. Sampah plastik sangat mencemari lingkungan. Gerakan ini mendorong kebiasaan sederhana seperti membawa tumbler dan kotak makan sendiri," kata Ayesha.

Ia berharap, kebijakan kampus ke depan dapat semakin memperketat penggunaan plastik sekali pakai, baik di kantin maupun dalam kegiatan kemahasiswaan.

Melalui sinergi antara kebijakan kampus dan partisipasi aktif mahasiswa, Gerakan UAD Minim Plastik diharapkan mampu menjadi budaya baru di lingkungan akademik dalam upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai secara berkelanjutan.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dituntut Produktif, Pekerja Hadapi Persoalan Kesejahteraan dan Kesehatan Mental
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Geliat Emiten Keluarga Hary Tanoesoedibjo MSIN Kejar IPO di Bursa Hong Kong
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Harga Emas di Gerai Pegadaian Turun Hari Ini, Simak Daftarnya!
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Netizen Oman Jemawa Jelang Lawan Timnas Indonesia jelang FIFA Matchday di Jakarta
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Susi Pudjiastuti Diangkat Jadi Komut Bank BJB, KDM Singgung "Ratu Laut Kidul"
• 23 menit laluviva.co.id
Berhasil disimpan.