JAKARTA, DISWAY.ID - Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Marsekal Madya Muhammad Syafii menyebut seluruh korban tewas pada kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, merupakan perempuan dewasa.
Adapun kecelakaan tersebut melibatkan KRL dan Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo pada Senin, 27 April 2026, sekira pukul 21.00 WIB.
"Saya melihatnya tidak ada korban anak, semuanya sudah masuk kategori perempuan dewasa," ujar Syafii saat konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa, 28 April 2026.
Syafii menjelaskan proses evakuasi korban telah dihentikan pada pukul 08.00 WIB, pagi tadi.
BACA JUGA:Dampak Kecelakaan Kereta Bekasi, Penumpang Refund Tiket dan Beralih ke Pesawat
Syafii memastikan seluruh korban kecelakaan telah dievakuasi.
Seluruh korban tewas saat ini telah diserahkan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk diidentifikasi.
"Seluruh Tim SAR kita sudah kembalikan ke homebase masing-masing. Saya pastikan sudah tidak ada korban yang kita temukan," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menerangkan, jumlah korban tewas pada kecelakaan tersebut berjumlah 14 orang.
BACA JUGA:Taksi Ijo Alami Korsleting Listrik Jadi Pemicu Kecelakaan Kereta Beruntun di Bekasi Timur
Sementara untuk korban luka-luka tercatat sebanyak 84 orang yang dirawat di sejumlah rumah sakit.
Kata dia, PT KAI saat ini masih membuka posko darurat selama 14 hari ke depan di dua stasiun yakni di Stasiun Gambir dan di Stasiun Bekasi Timur.
Sementara sambung Bobby, untuk operasional KRL di Stasiun Bekasi Timur saat ini masih belum ditutup.
BACA JUGA:Daftar Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur yang Dievakuasi di Beberapa Rumah Sakit
Taksi Ijo Jadi Pemicu Kecelakaan Kereta di Bekasi TimurAdapun kecelakaan kereta secara beruntun di Stasiun Bekasi Timur dipicu mogoknya taksi Green SM (taksi ijo) yang mengalami korsleting kelistrikan pada Senin, 28 April 2026, malam.
- 1
- 2
- »





