Penjualan Emas Antam Tembus Rp23,89 Triliun di Kuartal I-2026, Ditopang Pasar Domestik

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Segmen emas berkontribusi sekitar 81 persen terhadap total penjualan. 

Penjualan Emas Antam Tembus Rp23,89 Triliun di Kuartal I-2026, Ditopang Pasar Domestik. Foto: Antam.

IDXChannel - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam mencatat penjualan emas sebesar Rp23,89 triliun pada kuartal I-2026. Angka ini naik 11 persen dari Rp21,61 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Adapun segmen emas berkontribusi sekitar 81 persen terhadap total penjualan. 

Baca Juga:
Emas dan Minyak Dunia Diprediksi Naik Pekan Depan, Ini Pemicunya

Secara total, Antam mencatat penjualan bersih Rp29,32 triliun atau tumbuh 12 persen dibandingkan Rp26,15 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto mengatakan penjualan domestik berkontribusi sebesar Rp28,31 triliun atau setara 97 persen dari total penjualan bersih. 

Baca Juga:
Harga Emas Diproyeksi Fluktuatif Pekan Ini, Pasar Cermati Bank Sentral

“Pertumbuhan ini sejalan dengan strategi untuk memperkuat basis pelanggan dalam negeri, khususnya pada produk emas, bijih nikel, dan bijih bauksit,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2026).

Melalui penguatan strategi pemasaran domestik, volume penjualan emas mencapai 8.464 kg (272.124 troy oz.).

Baca Juga:
Harga Emas Antam Hari Ini Menguat ke Rp2.814.000 per Gram, Buyback Ikut Naik

Untuk menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku, Antam telah menandatangani Purchase Agreement (GSPA) dengan Merdeka Grup pada 4 Maret 2026. langkah strategis tersebut dilakukan untuk memperkuat kedaulatan emas nasional sekaligus memastikan kesinambungan pasokan bagi industri domestik.

Gold Sales & Kerja sama ini merupakan segmen nikel (feronikel dan bijih nikel) yang berkontribusi sebesar 15 persen atau Rp4,47 triliun terhadap total penjualan pada kuartal I-2026, meningkat 19 persen dari Rp3,77 triliun pada kuartal 1-2025.

Sementara itu produksi bijih nikel mencapai 3,88 juta wet metric ton (wmt), dengan volume penjualan sebesar 3,40 juta wmt yang seluruhnya diserap pasar domestik. Untuk produksi feronikel tercatat sebesar 3.976 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan volume penjualan mencapai 2.803 TNi. Seluruh penjualan feronikel terserap oleh pasar ekspor.

Segmen bauksit dan alumina berkontribusi sebesar 3 persen terhadap total penjualan dengan nilai Rp879,14 miliar, meningkat 24 persen dibandingkan Rp708,75 miliar pada kuartal I-2025.

Produksi bauksit mencapai 628.785 wmt, sejalan dengan optimalisasi kapasitas dan produktivitas tambang serta peningkatan serapan pasar domestik. Volume penjualan tercatat sebesar 593.476 wmt, naik 9 persen dari 544.750 wmt pada kuartal I-2025.

Sejalan dengan optimalisasi operasi pabrik CGA, produksi alumina (chemical grade alumina) mencapai 49.566 ton, meningkat 13 persen dibandingkan 44.051 ton pada kuartal I-2025. Dari sisi penjualan, volume tercatat sebesar 49.072 ton, tumbuh 11 persen dari 44.048 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kepastian Pencairan Gaji Pensiunan Mei 2026 dan Tantangan Kenaikan Gaji dan Rapel: Simak Penjelasan PT Taspen
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Mierza Firjatullah Urung Berangkat ke Piala Asia U-17 2026 karena Cedera, Matthew Baker Jadi Kapten Timnas Indonesia U-17?
• 21 jam lalubola.com
thumb
Sering Melewatkan Waktu Makan: Apa Dampaknya bagi Metabolisme Tubuh?
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Momen Prabowo Bagikan Kaos ke Masyarakat saat Tiba di Purwokerto
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Advokat Lulusan PKPA Peradi Dipastikan Premium dan Orisinal
• 23 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.