JAKARTA, KOMPAS.com - Taksi Green SM yang tertabrak kereta rel listrik (KRL) di dekat Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, belum dievakuasi hingga Selasa (28/4/2026).
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, taksi tersebut masih teronggok di pinggir pelintasan kereta arah Cikarang.
Kondisinya terlihat ringsek, terutama pada bagian sisi kiri. Mobil itu juga masuk ke dalam parit kecil yang tidak jauh dari pelintasan.
Baca juga: UPDATE: Jumlah Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Jadi 15 Orang
Keberadaan taksi di sisi pelintasan membuat warga sekitar berdatangan untuk melihat kondisi kendaraan tersebut.
Sementara itu, pelintasan yang tidak jauh dari lokasi kejadian dijaga oleh warga dengan menutup jalur secara manual menggunakan bambu.
Askhin Burhan, warga Bekasi sekaligus relawan pelintasan, menjelaskan bahwa taksi tersebut tertabrak KRL saat kondisi jalan tidak terlalu ramai.
Ia mengatakan, saat itu warga sudah menutup palang pelintasan sebelum kereta melintas.
"Iya kondisi palang sudah ditutup, tapi taksi maksa jalan, nerobos palang pintu, nah pas di tengah itu mogok," ucap Askhin di lokasi kejadian, Selasa.
Ia menambahkan, mobil tersebut tidak bisa didorong dan tidak lama kemudian KRL menabraknya.
Baca juga: Kecelakaan Kereta yang Terus Berulang
"Itu sopir keluar, duduk di pinggir pas kecelakan itu," ucapnya.
Sementara itu, warga lainnya, Nanang (43), mengatakan bahwa kondisi pelintasan kereta saat jam sibuk cukup ramai, sehingga palang pintu lebih sering tertutup.
"Lima menit sekali aktif dia (kereta) kalau lagi jam-jam kerja ya. Jam sibuk ya. Jam sibuk, jam pulang kerja udah tuh, sering," tutur Nanang.
Meski begitu, Nanang menjelaskan bahwa kecelakaan juga pernah terjadi beberapa tahun lalu dan melibatkan truk.
"Kecelakaan jarang, itu sudah tiga tahun lalu, pas kejadian sama sering mati di tengah," jelasnya.
Sebelumnya, tabrakan terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi sekitar pukul 20.52 WIB pada Senin malam.