Bisnis.com, MAKKAH — Jemaah haji Indonesia yang saat ini berada di Madinah diimbau menjaga kondisi fisik dan fokus pada kualitas ibadah. Suhu udara yang mencapai sekitar 34 derajat Celsius pada siang hari perlu diantisipasi, agar ibadah tetap aman, nyaman, dan khusyuk.
Kondisi cuaca panas menuntut jemaah haji Indonesia untuk mengatur aktivitas secara bijak agar tetap prima selama menjalankan rangkaian ibadah, terutama di kawasan Masjid Nabawi yang menjadi pusat kegiatan spiritual.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Maria Assegaff menyampaikan sejumlah panduan penting agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, tertib, dan tetap menjaga kesehatan.
Menurut Maria, setibanya di Madinah, jemaah diminta langsung menuju hotel untuk melakukan proses check-in, beristirahat, serta memulihkan kondisi tubuh setelah perjalanan panjang. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga stamina di tengah suhu panas.
Selain itu, jemaah diharapkan memanfaatkan waktu di Masjid Nabawi dengan memperbanyak salat berjamaah, salat sunah, zikir, dan doa sebagai inti dari ibadah selama di Kota Nabi.
"Kami mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi fisik dan mengikuti arahan petugas agar ibadah berjalan lancar," ujar Maria pada Selasa (28/4/2026).
Baca Juga
- Prakiraan Cuaca Makkah dan Madinah Hari Ini (28/4) Capai 36 Derajat Celcius, Jemaah Haji Bersiap
- Bus Shalawat Haji 2026, Ini Daftar Lengkap Rute, Nomor, dan Terminalnya
- Kurs Riyal ke Rupiah Hari Ini, Terus Menguat seiring Kebutuhan Ibadah Haji
- Prioritaskan istirahat di hotel setelah tiba di Madinah untuk menjaga kebugaran tubuh.
- Manfaatkan waktu di Masjid Nabawi dengan memperbanyak ibadah, seperti salat berjamaah, zikir, dan doa.
- Bagi jemaah yang akan memasuki Raudhah, diimbau mengikuti jadwal yang telah ditentukan serta menjaga ketertiban dan kekhusyukan.
- Saat berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW, sampaikan salam dengan sopan, tenang, dan tetap mengingat bahwa doa hanya ditujukan kepada Allah SWT.
- Selama berada di Masjid Nabawi, jemaah wajib menjaga adab, tidak berkerumun, tidak membuat kegaduhan, serta tidak membawa barang berlebihan.
- Agar tidak tersesat, jemaah harus mengingat pintu masuk, membawa kartu identitas dan kartu nusuk, serta bepergian secara berkelompok.
- Sebelum meninggalkan Madinah, jemaah dapat melaksanakan ziarah wada sebagai bentuk penghormatan dan perpisahan.
Kemenhaj juga menyoroti meningkatnya aktivitas belanja jemaah di Madinah. Jemaah diingatkan agar tidak berlebihan dalam membeli oleh-oleh karena akan melanjutkan perjalanan ke Makkah.
Barang bawaan yang terlalu banyak berisiko menyulitkan mobilitas dan dapat mengganggu jemaah lain, mengingat kapasitas bagasi terbatas dan pengiriman kargo tidak selalu mudah.
Jemaah diminta berbelanja secara bijak, mengutamakan kebutuhan, serta tetap fokus pada kelancaran ibadah haji.
Di tengah suhu panas yang terus meningkat, jemaah juga diimbau menjaga asupan cairan, menghindari aktivitas berlebih di luar ruangan, serta mematuhi seluruh arahan petugas demi menjaga kesehatan selama berada di Madinah.





