Banyumas (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menilai Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Edukasi dan Lingkungan (TPST-BLE) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, layak menjadi model nasional dalam pengelolaan sampah.
Saat meninjau langsung fasilitas yang berlokasi di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Selasa siang, Presiden mengaku terkesan dengan inovasi yang dikembangkan dalam pengolahan sampah berbasis teknologi sederhana namun efektif.
"Saya sangat terkesan, ini satu inovasi yang sangat baik," kata Presiden Prabowo.
Presiden mengatakan sistem pengelolaan sampah di TPST-BLE mengedepankan penggunaan teknologi yang tidak terlalu canggih, tetapi mampu berjalan efektif karena didukung pemanfaatan produk lokal serta sistem yang terintegrasi dari tingkat rumah tangga hingga kabupaten.
Baca juga: Prabowo tinjau pengolahan sampah menjadi genteng di Banyumas
"Kita lakukan pengolahan sampah dengan teknologi yang tidak terlalu canggih, tapi efektif, sebagian besar produk lokal, dan dalam suatu rangkaian sistem dari rumah tangga sampai ke kabupaten," kata Prabowo.
Menurut Presiden, model tersebut berpotensi diterapkan di berbagai daerah di Indonesia, bahkan telah menarik perhatian dari luar negeri.
"Ini sangat efektif, menjadi contoh untuk banyak provinsi, banyak kabupaten, bahkan dari negara lain ada yang ke sini," kata Prabowo.
Presiden mengatakan pemerintah pusat akan mendorong pengembangan sistem serupa melalui dukungan bantuan langsung guna meningkatkan kapasitas dan efektivitas pengolahan sampah di daerah.
Baca juga: Peringati Hari Bumi, PLN EPI gelar aksi bersih Sungai Ciliwung
"Saya akan turunkan bantuan langsung untuk kita perbaiki, kembangkan, dan bikin lebih efektif," kata Prabowo.
Presiden juga menegaskan bahwa pengelolaan sampah kini menjadi prioritas nasional yang harus segera dikendalikan dalam waktu dekat.
"Sampah sekarang jadi prioritas nasional. Dalam dua sampai tiga tahun kita harus kendalikan sampah di seluruh Indonesia," kata Prabowo.
Selain itu, Presiden turut menyoroti inovasi pemanfaatan hasil olahan limbah, seperti produksi genteng yang dinilai ekonomis dan berpotensi mendukung program perbaikan rumah.
Baca juga: BRIN kembangkan Petasol, ubah sampah menjadi bahan bakar alternatif
"Gentengnya lumayan, efektif, cukup murah. Ini mungkin bisa masuk anggaran bantuan perbaikan rumah," kata Presiden.
Prabowo mengatakan penggunaan genteng tersebut diharapkan dapat menggantikan atap seng yang mudah berkarat dan berpotensi berdampak kurang baik bagi kesehatan penghuni.
Melalui berbagai upaya tersebut, Presiden mengharapkan Indonesia menjadi negara yang lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali serta mendukung pengembangan sektor pariwisata.
"Kita akan kembalikan Indonesia menjadi negara yang benar-benar indah, pariwisatanya bagus, dan kita nyaman tinggalnya," kata Presiden.
Dalam kunjungan, Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, dan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq.
Baca juga: Pemkot Palembang berlakukan denda buang sampah sembarangan Rp500 ribu
Saat meninjau langsung fasilitas yang berlokasi di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Selasa siang, Presiden mengaku terkesan dengan inovasi yang dikembangkan dalam pengolahan sampah berbasis teknologi sederhana namun efektif.
"Saya sangat terkesan, ini satu inovasi yang sangat baik," kata Presiden Prabowo.
Presiden mengatakan sistem pengelolaan sampah di TPST-BLE mengedepankan penggunaan teknologi yang tidak terlalu canggih, tetapi mampu berjalan efektif karena didukung pemanfaatan produk lokal serta sistem yang terintegrasi dari tingkat rumah tangga hingga kabupaten.
Baca juga: Prabowo tinjau pengolahan sampah menjadi genteng di Banyumas
"Kita lakukan pengolahan sampah dengan teknologi yang tidak terlalu canggih, tapi efektif, sebagian besar produk lokal, dan dalam suatu rangkaian sistem dari rumah tangga sampai ke kabupaten," kata Prabowo.
Menurut Presiden, model tersebut berpotensi diterapkan di berbagai daerah di Indonesia, bahkan telah menarik perhatian dari luar negeri.
"Ini sangat efektif, menjadi contoh untuk banyak provinsi, banyak kabupaten, bahkan dari negara lain ada yang ke sini," kata Prabowo.
Presiden mengatakan pemerintah pusat akan mendorong pengembangan sistem serupa melalui dukungan bantuan langsung guna meningkatkan kapasitas dan efektivitas pengolahan sampah di daerah.
Baca juga: Peringati Hari Bumi, PLN EPI gelar aksi bersih Sungai Ciliwung
"Saya akan turunkan bantuan langsung untuk kita perbaiki, kembangkan, dan bikin lebih efektif," kata Prabowo.
Presiden juga menegaskan bahwa pengelolaan sampah kini menjadi prioritas nasional yang harus segera dikendalikan dalam waktu dekat.
"Sampah sekarang jadi prioritas nasional. Dalam dua sampai tiga tahun kita harus kendalikan sampah di seluruh Indonesia," kata Prabowo.
Selain itu, Presiden turut menyoroti inovasi pemanfaatan hasil olahan limbah, seperti produksi genteng yang dinilai ekonomis dan berpotensi mendukung program perbaikan rumah.
Baca juga: BRIN kembangkan Petasol, ubah sampah menjadi bahan bakar alternatif
"Gentengnya lumayan, efektif, cukup murah. Ini mungkin bisa masuk anggaran bantuan perbaikan rumah," kata Presiden.
Prabowo mengatakan penggunaan genteng tersebut diharapkan dapat menggantikan atap seng yang mudah berkarat dan berpotensi berdampak kurang baik bagi kesehatan penghuni.
Melalui berbagai upaya tersebut, Presiden mengharapkan Indonesia menjadi negara yang lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali serta mendukung pengembangan sektor pariwisata.
"Kita akan kembalikan Indonesia menjadi negara yang benar-benar indah, pariwisatanya bagus, dan kita nyaman tinggalnya," kata Presiden.
Dalam kunjungan, Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, dan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq.
Baca juga: Pemkot Palembang berlakukan denda buang sampah sembarangan Rp500 ribu





