jpnn.com, JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf menyatakan pihaknya akan melakukan pendataan kebutuhan keluarga korban kecelakaan Kereta Api di Bekasi, Senin (27/4) malam.
Dia mengungkapkan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan sosial dan pemberdayaan untuk keluarga korban kecelakaan.
BACA JUGA: Prabowo Perintahkan 1.800 Perlintasan Kereta Diperbaiki, Bos BP BUMN Beberkan Asal Dana Rp 4 T
Adapun pendataan kebutuhan keluarga korban dilakukan untuk menjami bantuan tersebut tepat sasaran.
"Nanti kami akan-assistment dan hasil assessment, akan kami tindak lanjutin dengan dukungan-dukungan program," kata Saiful di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (28/4).
BACA JUGA: 14 Penumpang Tewas saat Kecelakaan Kereta, Bos KAI Boby Rasyidin Buka Posko Darurat
"Mungkin dukungan pemberdayaan dan dukungan-dukungan yang lain yang diperlukan oleh keluarga korban," imbuhnya.
Saiful menyatakan pemberian bantuan dari pemerintah akan mengikuti arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
BACA JUGA: GMKB Desak Investigasi dan Evaluasi Total Insiden Tabrakan Kereta Api di Bekasi Timur
Dia menekankan pemerintah turut memberikan dukungan penuh, meskipun santunan kecelakan transportasi umum merupakan tanggung jawab Jasa Raharja.
" Kalau di itu Jasa Raharja, karena itu kecelakaan kereta api atau angkatan umum etransportasi, secara umum itu asuransinya lewat jasa raharja. Saya kira pemerintah sebagaimana arahan presiden akan diberikan dukungan penuh bagi korban," ujar Saiful.
Mensos menjelaskan proses asesmen akan dilakukan setelah otoritas menyelesaikan investigasi di lokasi kejadian.
Dia mengatakan pemerintah terus memantau situasi dan turut menyampaikan duka mendalam atas kecelakaan yang menewaskan 14 penumpang tersebut.
"Untuk itu kita tunggu, proses terus berjalan dan kita ikut prihatin, kita berduka," tutupnya. (mcr31/jpnn)
Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah




