JAKARTA, KOMPAS.TV - Berdasarkan data 2024 Kementerian Kelautan dan Perikanan, terdapat 3,2 juta nelayan yang menggantungkan hidup pada lautan.
Namun, para nelayan kini harus berhadapan dengan perubahan iklim, naiknya biaya operasional, hingga menyempitnya ruang tangkap akibat pembangunan di kawasan pesisir.
Data Badan Pusat Statistik mencatat, sepanjang 2010 hingga 2019 jumlah nelayan turun hingga 330 ribu orang.
Di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, nelayan mengaku pembangunan di muara Jakarta berdampak langsung pada penghasilan mereka.
Tardani dan Gaber yang merupakan nelayan di wilayah itu juga mengeluhkan sulitnya masuk ke pelabuhan saat musim gelombang. Mereka meminta akses jalan menuju laut tidak ditutup.
Keluhan serupa juga muncul sejak September 2025, saat pemasangan tanggul beton di perairan Cilincing sempat ramai dibicarakan.
Nelayan bernama Alman menyebut keberadaan tanggul beton membuat perahu harus memutar lebih jauh hingga satu kilometer. Akibatnya, konsumsi bahan bakar ikut meningkat.
Sementara itu Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara, Widodo Setiadi menyebut proyek pembangunan pelabuhan digagas oleh negara.
Direktur Pengawasan Sumber Daya Kelautan KKP, Sumono Darwinto menyebut proyek PT KCN sesuai perizinan.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini:
https://youtu.be/NXSpG-2dP8U
#nelayan #demo #tollaut
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- nelayan
- tanggul beton
- kkp
- kcn
- izin





