BPN Jatim Targetkan 40 Ribu Sertifikasi Tanah Wakaf, Libatkan 460 Relawan

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Masrul Fajrin

TVRINews, Surabaya

Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Timur menargetkan 40.000 sertifikasi tanah wakaf dan tempat ibadah sepanjang tahun 2026. Program ini digagas sebagai upaya memberikan kepastian dan perlindungan hukum atas aset keagamaan di masyarakat.

Kepala Kanwil BPN Jawa Timur, Asep Heri, mengatakan program tersebut akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Pondok Pesantren Amanatul Ummah dan Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Pacet, Mojokerto.

Kolaborasi itu langsung diwujudkan melalui pelatihan 460 relawan yang digelar di kampus UAC pada Senin, 27 April 2026. Para relawan yang tergabung dalam "Laskar Karomah" (Kawal Rumah Ibadah) ini dipimpin oleh Muhammad Ghofirin.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Rektor UAC, para kepala desa, dan para kiai sepuh atas dukungannya," ujar Asep Heri kepada wartawan usai kegiatan.

Menurut Asep, pelibatan santri, mahasiswa, serta jaringan kiai santri menjadi penting mengingat besarnya target sertifikasi yang harus dicapai. Ia mengungkapkan, berdasarkan data sensus 2025, masih terdapat sekitar 125 ribu bidang tanah wakaf dan tempat ibadah di Jawa Timur yang belum bersertifikat.

"Tugas kami adalah memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum," ucapnya.

Untuk itu, lanjut Asep, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor serta tambahan sumber daya manusia guna mempercepat proses sertifikasi.

Dalam pelaksanaannya, relawan Laskar Karomah memiliki dua tugas utama. Pertama, membantu pengumpulan data fisik tanah, seperti lokasi, batas, hingga pemasangan patok melalui program Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (Gema Patas).

Kedua, relawan juga dibekali pemahaman terkait pengumpulan data yuridis, termasuk riwayat tanah, bukti kepemilikan, hingga penyusunan akta ikrar wakaf melalui program Gerakan Pengumpulan Data Yuridis (Gema Pedadis).

"Relawan juga dilatih melakukan simulasi, mulai dari pengisian formulir hingga penyusunan dokumen, sehingga takmir atau pengelola tinggal menandatangani," jelasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim, mengapresiasi program tersebut. Ia menilai langkah BPN Jatim sangat membantu masyarakat, khususnya dalam pengurusan legalitas tanah wakaf yang selama ini masih banyak belum tersertifikasi.

"Ini luar biasa, pengabdian untuk masyarakat. Terlebih program ini gratis," kata Asep.

Sementara itu, Ketua Laskar Karomah Muhammad Ghofirin menyebut pelatihan diikuti 460 peserta dari berbagai unsur, yakni mahasiswa UAC, koordinator desa Bekisar (Bela Kiai Santri), dan anggota Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Ia menambahkan, program sertifikasi ini ditargetkan rampung dalam waktu singkat, dengan penerbitan sertifikat dijadwalkan pada 9 September 2026.

"Targetnya, 9-9-2026 sertifikat sudah terbit," tutur Ghofirin.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PSG vs Bayern Munchen: Ancaman Trisula Terbaik Dunia di Semifinal Liga Champions
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Terduga Penculik Bocah 4 Tahun Tewas Dihakimi Massa di Rejang Lebong
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Kasus Andrie Yunus Pelanggaran HAM Serius oleh Kelompok Aparat, Komnas HAM: Bentuk TGPF
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Jumhur Jadi Menteri, GREAT Institute: Dia akan Bertarung Lawan Oligarki
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Surat Manifesto Pelaku Penembakan di Jamuan Trump Terbongkar, Isinya Bikin Syok
• 12 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.