Gerak Cepat! Dedi Mulyadi Siapkan Santunan Rp 50 Juta hingga Biayai Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi siapkan santunan sebesar Rp50 juta untuk korban meninggal kecelakaan kereta di Bekasi. Tak hanya itu, Dedi juga menanggung biaya perawatan korban kecelakaan tersebut.

Seperti diketahui, insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line terjadi di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (28/4/2026). Berdasarkan data dari Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, korban meninggal kini bertambah menjadi 14 orang.

Melansir Kompas.com, korban meninggal dunia dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

Mengetahui insiden tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ikut turun tangan. Ya, Dedi Mulyadi siapkan santunan Rp50 juta untuk korban kecelakaan.

Tak hanya itu, pria yang akrab disapa KDM ini juga berjanji akan membiayai perawatan para korban yang terluka akibat insiden tersebut. Hal itu disampaikan Dedi di akun Instagramnya @dedimulyadi71 baru-baru ini.

"Assalamualaikum sampurasun wilujeng enjing warga Jabar dan seluruh warganet di manapun berada."

"Kami menyampaikan duka yang dalam atas musibah tertabraknya KRL Jakarta Kabupaten Bekasi khusus pengangkut penumpang perempuan oleh kereta api cepat Agro Bromo Anggrek Jakarta Surabaya."

"Sehingga menimbulkan korban meninggal dunia dan dirawat di rumah sakit dan masih ada empat orang yang belum bisa dievakuasi dalam keadaan terjepit," ucapnya dilansir pada Selasa (28/04/2026).

Dedi menyampaikan pemerintah provinsi (Pemprov) Jabar akan menanggung seluruh biaya rumah sakit para korban yang dirawat. Tak hanya itu, Pemprov Jabar juga akan memberikan santunan pada keluarga korban meninggal masing-masing senilai Rp50 juta.

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat, satu, menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit pada semua korban yang dirawat."

"Kedua, akan memberikan santunan kepada yang meninggal masing-masing 50 juta rupiah," ujar Dedi.

Di akhir kalimatnya, Dedi berdoa agar keluarga diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Dedi juga berdoa agar musibah ini tidak terulang kembali.

"Pada seluruh warga Jawa Barat agar keluarga korban ditabahkan dan mendapat kesabaran menghadapi musibah yang dialami ini," kata Dedi.

Dedi Mulyadi siapkan santunan Rp50 juta untuk korban kecelakaan kereta di Bekasi, netizen ramai memberikan dukungan. Banyak yang meminta tolong Dedi terkait insiden tersebut.

"Tolong Bapak Aing KDM, semua palang pintu di seluruh Jawa Barat didesain seaman mungkin dan dijaga dengan ketat," tulis akun @buk****.

"Semoga Husnul Khatimah buat para korban meninggal dunia," tambah akun @asep***.

"Dibalik itu banyak sekali pembelajaran, jangan nerobos ketika palang kereta api sudah turun, berhenti ketika kereta api sudah bunyi."

"Inget nyawa lebih berharga dari pada setoran atau apapun itu ada keluarga yang menunggu dirumah dengan memastikan kita pulang kondisi sehat walafiat intinya stay safe ya temen temen," tambah akun @fir***.

Sekadar informasi, kronologi kecelakaan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Kereta Listrik (KRL) rute Bekasi-Jakarta di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi bermula saat kereta dari arah Jakarta menuju Cikarang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Kereta itu berhenti lantaran terdapat Commuter Line dari arah Cikarang menuju Bekasi menabrak mobil taksi. Ketika berhenti, melintas dari arah belakang Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek langsung menghantam Commuter Line. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jumhur Hidayat: Dipenjara Era Jokowi, Jadi Co-captain Amin, Kini Dilantik Menteri
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tangis Pecah Keluarga Korban Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Detik-Detik Mencekam KA Argo Bromo Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur, Penumpang Histeris!
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Update Terkini: Korban Meninggal Dunia Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur jadi 14 Orang
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Dua WNA Asal China dan Thailand Ditangkap Imigrasi di Surabaya karena Diduga Langgar Izin Tinggal
• 21 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.