Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengusulkan agar gerbong perempuan dipindah ke tengah buntut insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL pada Senin (27/4).
Hal ini dikarenakan kecelakaan tersebut banyak memakan korban perempuan. Tim Sar menyebutkan bahwa seluruh korban yang dievakuasi adalah perempuan.
Arifah juga menyebutkan bahwa ada ada tiga orang meninggal dunia di RSUD Bekasi, serta 55 korban lain mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Kemen PPPA juga berupaya untuk mendampingi korban secara medis maupun psikologis.
Ia juga menyarankan agar perusahaan memberikan keringanan kepada pekerja yang mengalami insiden kecelakaan tersebut. Arifah berharap agar pekerja punya waktu yang cukup untuk memulihkan diri.
Hingga pukul 08.45 WIB, ada 14 orang yang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka. Meski didominasi oleh perempuan, ada juga korban laki-laki karena berada di dekat gerbong perempuan.
Kasus kecelakaan ini berawal dari tabrakan KRL dengan taksi listrik di perlintasan kereta api, sehingga menyebabkan perjalanan KRL lain terganggu.
KRL yang tengah berhenti di stasiun Bekasi Timur ditabrak oleh KA Argo Bromo dengan kecepatan yang tinggi, akibatnya gerbong perempuan bagian belakang hancur dan menimbulkan korban jiwa.
Baca juga: Ini Alasan Gerbong Perempuan Ada di Paling Depan dan Belakang Rangkaian Kereta





