BEKASI, DISWAY.ID -- Subdit Lakalantas Korlantas Polri turun tangan bongkar dugaan penyebab kecelakaan kereta di Bekasi, Jawa Barat, pada Senin, 27 April 2026. Insiden ini diduga dipicu oleh kendaraan mobil taksi listrik yang disebut mengalami korsleting.
Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas (Kasi Pullahjianta) Subdit Laka Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe menjelaskan sebelum tertemper KRL Commuter Line lintas Cikarang, terjadi malfungsi pada taksi hijau itu.
Dari hasil penyelidikan di lokasi kejadian (TKP), Sandhi menyebut pihaknya menduga kuat bahwa taksi listrik dari perusahaan otomotif asal Vietnam itu, VinFast, mengalami kerusakan pada sistem kelistrikan alias korsleting.
BACA JUGA:84 Korban Luka Kecelakaan Kereta di Bekasi Tersebar ke Beberapa RS, KNKT Buka Suara Soal Investigasi
"Penyebab awal kecelakaan ini adalah korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat listrik di perlintasan Ampera," katanya kepada awak media, Selasa 28 April 2026.
Adapun sejumlah laporan menyebutkan bahwa sopir taksi tersebut sempat keluar dan berusaha untuk mendorong mobil yang dikendarainya agar tidak tertemper KRL.
Bahkan sejumlah warga setempat mencoba menolong, hanya saja mobil ini tidak bisa bergerak. Menurut seorang driver ojek online (Ojol), Dinti, mobil listrik tersebut seperti terkunci.
Ditambah lagi, lokasi kejadian taksi tersebut tertemper diketahui tanpa dilengkapi dengan plang atau pembatas perlintasan kereta untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
Usut punya usut, lokasi kecelakaan kereta di Bekasi ini berada di kawasan Ampera. Terdapat satu gang yang bisa dilalui warga tanpa adanya plang.
BACA JUGA:Penumpang Stasiun Pasar Senen Membludak, Ratusan Orang Tertahan Imbas Kecelakaan Kereta Api
Kronologi Kecelakaan Kereta di BekasiSeperti diketahui, kronologi kecelakaan kereta di Bekasi yang tak jauh dari stasiun Bekasi Timur itu, diduga dipicu oleh laka mobil taksi listrik.
Mobil taksi tersebut tertemper KRL Commuter Line relasi Cikarang menuju Jakarta. Hal ini menyebabkan satu KRL dari arah Jakarta ke Cikarang harus berhenti lama di Stasiun Bekasi Timur.
Rangkaian tersebut bukan tanpa alasan sebenarnya. Sebab sebelum peristiwa mengenaskan terjadi, proses evakuasi taksi listrik membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Kemudian tak lama kemudian dari belakang KRL yang sedang menunggu di Stasiun Bekasi Timur, tiba KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari stasiun Gambir-Surabaya.
Dugaan sementara, saat itu, kereta jarak jauh tersebut melaju dengan kecepatan sekitar 110 km/jam.
- 1
- 2
- 3
- »




