5 Kecelakaan Kereta di Indonesia yang Memakan Korban Jiwa, Terbaru di Bekasi

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Tabrakan kereta api kembali terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam hari. Peristiwa ini menambah catatan kecelakaan kereta di Indonesia yang masih dipengaruhi persoalan keselamatan dan operasional di lapangan.

Insiden tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL yang berada di jalur yang sama. Data mencatat, sebanyak 15 orang meninggal dunia dan 88 orang lainnya mengalami luka-luka.

Berdasarkan informasi awal, kecelakaan bermula dari sebuah taksi yang mogok di perlintasan sebidang. Kondisi itu membuat salah satu kereta berhenti sebelum akhirnya ditabrak kereta lain dari arah belakang.

Pihak Kementerian Perhubungan bersama PT KAI menyatakan investigasi masih berjalan. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah menelusuri faktor teknis dan operasional untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa kecelakaan serupa pernah terjadi sebelumnya di berbagai daerah. Pola yang muncul pun cenderung berulang, mulai dari gangguan sistem hingga kesalahan manusia.

Berikut deretan tragedi kecelakaan kereta di Indonesia yang memiliki pola serupa.

Baca Juga

  • Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Puan Maharani Desak KAI Lakukan Evaluasi
  • Karyawan Media TV Swasta Hilang Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
  • Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Terima Santunan Tambahan dari Jasaraharja Putera

1. Tabrakan KA Turangga vs Commuter Line (2024)

Peristiwa ini terjadi pada 5 Januari 2024 di Cicalengka, Jawa Barat, dan sempat mengganggu perjalanan kereta di jalur tersebut. Insiden ini menyebabkan 4 orang meninggal dunia dan 37 orang lainnya mengalami luka-luka.

Dalam hasil investigasinya, KNKT menemukan adanya gangguan pada sistem persinyalan yang berperan penting dalam kejadian ini. Akibatnya, dua kereta berada di jalur yang sama tanpa adanya perlindungan sistem yang seharusnya mencegah tabrakan.

2. Tabrakan KRL vs Truk Pertamina (2013)

Jika ditarik ke belakang, insiden besar juga terjadi pada 9 Desember 2013 di Bintaro, Jakarta. Kecelakaan ini menewaskan 7 orang dan melukai puluhan penumpang lainnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan KNKT, penyebab utama berasal dari kendaraan yang menerobos perlintasan sebidang. Minimnya sistem pengamanan di lokasi tersebut turut memperbesar risiko terjadinya tabrakan.

3. Tabrakan KA Kertajaya vs KA Sembrani (2006)

Peristiwa lain tercatat pada 14 April 2006 di Gubug, Grobogan, Jawa Tengah, ketika dua kereta bertabrakan di jalur yang sama. Kecelakaan ini menyebabkan 13 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Hasil investigasi KNKT menyebutkan penyebab utama berasal dari kesalahan pemberian sinyal dan izin jalan. Kondisi tersebut terjadi akibat miskomunikasi antar pengendali perjalanan kereta.

4. Tabrakan KA di Brebes (2001)

Lebih jauh ke masa sebelumnya, kecelakaan terjadi pada 25 Desember 2001 di Brebes, Jawa Tengah. Peristiwa ini menelan korban jiwa dalam jumlah besar dengan puluhan orang meninggal dunia dan banyak lainnya mengalami luka-luka.

Data dari Ditjen Perkeretaapian menunjukkan bahwa kecelakaan ini dipicu oleh masalah operasional. Pengaturan jalur yang tidak tepat menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan tabrakan tersebut.

5. Tabrakan KA Empu Jaya vs Gaya Baru Malam Selatan (2001)

Masih pada tahun yang sama, kecelakaan lain terjadi di Stasiun Ketanggungan Barat, Brebes. KA Empu Jaya menabrak KA Gaya Baru Malam Selatan yang saat itu sedang berhenti di area stasiun.

Dari hasil investigasi, penyebab utama kejadian ini adalah kesalahan manusia atau human error. Pemeriksaan juga memastikan bahwa sistem pengereman berfungsi normal sehingga tanggung jawab diarahkan kepada masinis.

Akibat kejadian ini, sebanyak 31 orang meninggal dunia. Sementara itu, puluhan penumpang lainnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka yang diderita.

Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan bahwa kecelakaan kereta dengan pola tabrakan masih berulang dari waktu ke waktu. Faktor seperti human error, gangguan persinyalan, serta perlintasan sebidang menjadi titik rawan yang terus muncul dan perlu mendapat perhatian lebih dalam upaya peningkatan keselamatan perkeretaapian nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
2 Pelajar Pelaku Penyiraman Air Keras di Cengkareng Ditangkap, Motif Sakit Hati | BORGOL
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Pemerintah Minta Perusahaan Tanggung 30% Uang Saku Peserta Magang
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menhub Buka Suara soal Sinyal di Balik Tabrakan KRL dan Argo Bromo
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
May Day 2026: 400.000 Buruh Siap Padati Monas, Ini Agendanya
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Update Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi: 3 Orang Masih Terjepit
• 17 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.